Omnibus Law

MKD Diminta Panggil Fadli Zon untuk Jelaskan Siapa Invisible Hand di Balik UU Cipta Kerja

Teddy meminta MKD untuk memanggil Fadli, untuk mengklarifikasi apa maksud pernyataan invisible hand dalam UU Cipta Kerja.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
Fadli Zon dilaporkan karena diduga melanggar kode etik, lantaran mencuit soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang UU Cipta Kerja. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Politikus Teddy Gusnaidi memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), untuk memberikan penjelasan atas laporannya terhadap anggota Komisi I DPR Fadli Zon, yang diduga melanggar kode etik.

Sebelumnya, Fadli Zon dilaporkan karena diduga melanggar kode etik, lantaran mencuit soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang UU Cipta Kerja.

"Tadi saya dimintakan penjelasan alasan kenapa saya melaporkan Pak Fadli Zon."

Baca juga: 12 Pekan Beruntun Indonesia Bebas Zona Merah Covid-19, Kuning Terus Menyusut Jadi 456

"Ya saya sudah ceritakan ya, ada tiga alasan itu, bahwa saya melihat Pak Fadli Zon merendahkan martabat dari tiga lembaga negara, baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif," katanya di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Teddy menilai, pernyataan Fadli Zon berbahaya, apalagi menyebut adanya 'invisible hand' dalam UU Cipta Kerja.

Dia mengatakan, dampak pernyataan itu akan membuat masyarakat menganggap pasal-pasal dalam UU yang dibuat pemerintah dan DPR berdasarkan pesanan.

Baca juga: Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati, ICW: Kenapa Hukuman Jaksa Pinangki Malah Sangat Rendah?

"Framing di bawah itu akhirnya menganggap semua undang-undang yang dibuat oleh pemerintah dan DPR itu berdasarkan pesanan," ucapnya.

Atas dasar itu, Teddy meminta MKD untuk memanggil Fadli, untuk mengklarifikasi apa maksud pernyataan invisible hand dalam UU Cipta Kerja.

"Saya sampaikan tadi, saya bilang 'saya mohon kepada MKD memanggil Pak Fadli Zon untuk menanyakan siapa invisible hand itu."

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Bertambah Jadi 58, Jakarta Sumbang Satu

"Dia harus menjelaskan, karena itu kan tuduhan yang sangat serius, yang bisa melemahkan lembaga negara ini," paparnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved