Breaking News:

Meski Jarang Dimanfaatkan, Bima Tetap Jadi Peserta JKN-KIS untuk Melindungi Dirinya

Bima Alfarishy (29) menjatuhkan pilihan pada program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai jaminan kesehatannya.

istimewa
Bima Alfarishy (29) menjatuhkan pilihan pada program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai jaminan kesehatannya. 

WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKSA – Mendaftarkan diri dalam kepesertaan jaminan kesehatan merupakan salah satu upaya pengalihan risiko finansial jika seseorang jatuh sakit dan perlu mengeluarkan biaya untuk perawatan.

Karena itu, Bima Alfarishy (29) menjatuhkan pilihan pada program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai jaminan kesehatannya.

Bima adalah peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau sering disebut dengan peserta mandiri.

Ia memilih kelas 2 sebagai hak kelas rawatnya dengan iuran sebesar Rp100.000 setiap bulannya. Ia menyadari bahwa selain untuk perlindungan dirinya, menjadi peserta JKN-KIS juga merupakan kewajiban seluruh penduduk Indonesia.

“Pada saat melakukan pendaftaran, saya tidak mengalami kendala sama sekali, prosesnya cepat. Saya datang ke loket pendaftaran, menyerahkan berkas, kemudian diinformasikan untuk membayar iuran pertama 14 hari setelah pendaftaran melalui nomor virtual account yang saat itu dikirimkan melalui SMS. Seluruh anggota keluarga saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS,” ungkap Bima, Selasa (30/11/2021) lalu.

Bima terbilang jarang sekali memanfaatkan JKN-KIS untuk berobat, namun ia tidak segan membagikan pengalamannya ketika ia pernah menggunakan kartunya di klinik tempat ia terdaftar untuk berobat.

Menurutnya, pelayanan yang diberikan sangat baik dan prosesnya tidak berbelit-belit. Ia juga menambahkan ia tidak mengeluarkan biaya sama sekali setelah mendapat pelayanan dari klinik tersebut.

“Pelayanan yang diberikan klinik pada saat saya berobat baik, prosesnya juga cepat dan tidak ada biaya sepeserpun yang saya keluarkan. Kemudian, tidak ada diskriminasi juga antara pasien umum dan pasien JKN-KIS. Semuanya sama-sama dilayani dengan baik,” tegasnya.

Bima bersyukur ia senantiasa dianugerahi kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Meskipun begitu, ia tidak lupa dengan kewajibannya untuk membayar iuran JKN-KIS setiap bulannya.

Baginya, ini sebagai bentuk antisipasi jika sewaktu-waktu ia membutuhkan pelayanan kesehatan, kartunya dalam kondisi aktif karena ia tidak dapat memprediksi kapan datangnya sakit.

“Kalaupun saya tidak menggunakan JKN-KIS setiap waktu, iuran yang saya bayarkan setiap bulan sebenarnya tidak sia-sia karena ada orang di luar sana yang memanfaatkannya untuk berobat,” ucap Bima.

Bima berharap, program JKN-KIS ini terus berlanjut karena besarnya manfaat yang diberikan.

“Program JKN-KIS ini untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat yang sedang sakit, apalagi yang berbiaya besar,” pungkasnya. (dip)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved