Lingkungan

Menuju Indonesia Net Zero Carbon, DTFL Tanam Pohon Trembesi di Sepanjang 2.817 Kilometer Ruas Jalan

Sejak program DTFL dimulai pada 11 tahun lalu, DTFL telah menanam pohon trembesi di sepanjang 2,817 KM dengan jumlah 150.750 pohon trembesi.

Dokumentasi Djarum Trees for Life
Sejak program Djarum Trees for Life (DTFL) dimulai Bakti Lingkungan Djarum Foundation pada 11 tahun lalu hingga Desember 2021 ini, telah ditanam pohon trembesi di sepanjang 2,817 Kilometer ruas jalan dengan jumlah 150.750 pohon trembesi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perubahan iklim menjadi salah satu ancaman terbesar bagi umat manusia.

Solidaritas, kemitraan, kerjasama semua pihak menjadi kunci menghadapi ancaman tersebut.

Presiden Joko Widodo menjelaskan, dengan potensi alam yang begitu besar, Indonesia bisa terus berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim.

Sejak program Djarum Trees for Life (DTFL) dimulai Bakti Lingkungan Djarum Foundation pada 11 tahun lalu hingga Desember 2021 ini, telah ditanam pohon trembesi di sepanjang 2,817 Kilometer ruas jalan dengan jumlah 150.750 pohon trembesi.
Sejak program Djarum Trees for Life (DTFL) dimulai Bakti Lingkungan Djarum Foundation pada 11 tahun lalu hingga Desember 2021 ini, telah ditanam pohon trembesi di sepanjang 2,817 Kilometer ruas jalan dengan jumlah 150.750 pohon trembesi. (Djarumtreesforlife.org)

Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF), melalui program Djarum Trees for Life (DTFL), berupaya terus mendukung pemerintah dalam upaya mencapai net zero carbon.

"Kami selalu memulai program dari rumah sendiri," kata Vice President Dicector Djarum Foundation FX Supanji, Rabu (8/12/2021).

Oleh karenanya, lanjut FX Supanji, program trembesi diawali di jalur Kudus hingga Demak, Jawa Tengah, pada 2010.

Baca juga: Erick Thohir Dorong Insan BUMN Ikut Gerakan Menanam Pohon untuk Hadapi Isu Dekarbonisasi

Baca juga: Sebanyak 868 Bibit Pohon Ditanam di Candi Gedong Songo Sebagai Bagian Upaya Pelestarian Lingkungan

Program Djarum Trees for Life kemudian dilanjutkan hingga Pantura dan Tol Trans Jawa.

Di tahun 2020, program penanaman pohon tersebut dilanjutkan di Tol Trans Sumatera.

"Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam upaya mendukung program pemerintah," ujar FX Supanji.

Para personel Band Kotak: Tantri (vokal), Chua (bass) dan Cella (gitar), menanam bibit pohon trembesi di Alun-alun Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (14/8/2019).
Para personel Band Kotak: Tantri (vokal), Chua (bass) dan Cella (gitar), menanam bibit pohon trembesi di Alun-alun Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (14/8/2019). (Dokumentasi Bakti Lingkungan Djarum Foundation)

Tingginya volume kendaraan di berbagai ruas jalan, baik tol maupun jalur antarkota, menjadi latar belakang kuat bagi DTFL untuk melakukan penanaman di sekitar area itu.

Hal ini terus dilakukan untuk mengurangi emisi karbon yang hadir di jalan raya.

Menurut Dr Ir H Endes N Dahlan, dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, trembesi dapat menyerap CO2 sebesar 28.5 ton/pohon/tahun dibanding pohon akasia.

Baca juga: Setahun Candi Darling, Gandeng 1.200 Mahasiswa untuk Menanam 11 Ribu Bibit Pohon di Kawasan Sejarah

Baca juga: Upaya Lestarikan Lingkungan, Abdul Idol Bersemangat Tanam Bibit Pohon di Candi Gedong Songo

Pohon akasia 'hanya' mampu menyerap 5,3 ton/tahun dan pohon kenanga 0,5 ton/ tahun.

Kandungan 78 persen Nitrogen di udara membuat trembesi mampu bertahan hidup di lahanlahan marjinal hingga lahan-lahan kritis, seperti lahan bekas tambang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved