Breaking News:

Polantas yang Tembak Poltak Pasaribu Hingga Tewas Ditetapkan Tersangka, Pria Yang Menyuruh Lolos

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah kepolisian melakukan gelar perkara berdasarkan alat bukti dan pemeriksaan saksi-saksi.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Desy Selviany
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -Oknum polisi lalu lintas yakni Ipda OS yang melakukan penembakan terhadap dua pria di pintu keluar Jalan Tol Bintaro, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Dari dua korban yang mengalami luka tembak, satu diantaranya yakni Poltak Pasaribu (43), warga Bekasi, meninggal dunia.

Sementara O, pria yang memicu Ipda OS melakukan penembakan lolos dari jeratan hukum. O mengaku merasa dibuntuti sejumlah orang hingga akhirnya ia mengadu ke Ipda OS dan terjadilah insiden penembakan itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E. Zulpan mengatakan penetapan tersangka dilakukan usai pihak Direskrimum dan Bidang Propam Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara, sejak Senin (6/12/2021) lalu.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah kepolisian melakukan gelar perkara berdasarkan alat bukti dan pemeriksaan saksi-saksi.

"Kemudian berdasarkan pemeriksaan dari penyidik Krimum dan Propam dan juga gelar perkara yang baru saja tuntas, maka penyidik menetapkan atau menaikan status Ipda OS sebagai tersangka," ujar Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Baru 1 Pengeroyok Anggota FBR Hingga Tewas yang Dibekuk Polisi, Lainnya Masih Buron

Baca juga: Banjir Rob di Ancol Kali Ini yang Teparah, Genangan Air Capai 1 Meter

Baca juga: Kapolri Paparkan Langkah Jangka Pendek dan Menengah Tangani Erupsi Semeru

Ipda OS ditetapkan sebagai tersangka dengan dipersangkakan pasal Pasal 351 tentang penganiayaan dan atau Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang akibatkan nyawa seseorang menghilang.

Ancaman hukumannya yakni tujuh tahun penjara.

"Yang jelas Polda Metro Jaya akan melakukan penyidikan secara profesional dan mengedepankan keadilan bagi semua pihak," ucapnya.

Sebelumnya seorang anggota Satuan Ditlantas PJR Polda Metro Jaya mengeluarkan tembakan di pintu tol keluar Bintaro.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved