Breaking News:

Advertorial

Cegah Claster Baru, Pemkab Bekasi Gelar Tes Acak Covid-19 di Sekolah

Pemkab Bekasi menggelar swab test antigen secara acak di sekolah-sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Lucky Oktaviano
Warta Kota/Joko Suprianto
Ilustrasi siswa melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIKARANG -- Antisipasi munculnya kasus baru Covid-19 di lingkungan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar swab test antigen secara acak di sekolah-sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Hingga saat ini kami masih melakukan tes swab antigen secara acak di sekolah-sekolah yang menyelenggarakan PTM terbatas," kata Plt Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki saat dikonfirmasi, Senin (6/12/2021).

Marjuki mengatakan, sejak PTM terbatas diberlakukan di Kabupaten Bekasi, belum ditemukan adanya kasus penularan Covid-19 di lingkungan sekolah, sehingga para murid, orang tua, maupun guru merasa aman mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

Namun demikian, kondisi itu tidak membuat pihaknya lengah untuk terus berupaya melakukan pencegahan terhadap potensi penularan Covid-19, salah satunya dengan evaluasi PTM terbatas secara berkala.

Baca juga: Pemkab Bekasi Salurkan Bantuan Untuk Anak yang Orangtuanya Meninggal karena Covid-19 

"Kemarin kami menyelenggarakan tes usap antigen di SMPN 1 Tarumajaya. Sebanyak 272 pelajar mengikuti tes antigen tersebut. Hasilnya, negatif semua," katanya.

Sementara itu, Wakil Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Masrikoh mengatakan optimalisasi tracking Covid-19 dilakukan sambil menunggu aturan baru yang dikeluarkan pemerintah soal PPKM Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru 2022.

"Kalau sudah ada aturan resmi di level 3 seluruh Indonesia, baru kita buat turunan aturannya. Jadi untuk sekarang ini kita gencarkan tracking dan vaksinasi," katanya.

Pelacakan kontak ini dilakukan di berbagai tempat khususnya yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19 termasuk di kalangan pelajar.

"Tracking juga kita lakukan di kalangan pelajar. Ini juga bagian dari persiapan kita menghadapi libur Natal dan Tahun Baru," katanya.

Masrikoh menyebut kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi hingga saat ini masih dalam kondisi terkendali. "Secara umum tidak ada kasus, masih relatif aman terkendali. Kasus harian sudah jarang terjadi," ucapnya. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved