Korupsi di PT Asabri

Apresiasi Tuntutan Hukuman Mati kepada Heru Hidayat, Boyamin Saiman: Korupsi Kita Semakin Merajalela

Langkah itu, kata Boyamin, menjadi solusi pemberantasan korupsi yang lebih baik.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/RIZKI SANDI SAPUTRA
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengapresiasi tuntutan hukuman mati terhadap Heru Hidayat, terdakwa kasus korupsi Asabri. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengapresiasi tuntutan hukuman mati terhadap Heru Hidayat, terdakwa kasus korupsi Asabri.

Langkah itu, kata Boyamin, menjadi solusi pemberantasan korupsi yang lebih baik.

Boyamin menilai, jaksa layak mengganjar Heru dengan hukuman mati.

Baca juga: Cegah Omicron Masuk Indonesia, Anggota DPR Dilarang Lakukan Perjalanan Dinas Luar Negeri

Apalagi, dia juga terjerat kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Heru divonis penjara sumur hidup dalam kasus yang merugikan negara Rp16,80 triliun itu.

Pengulangan tindak korup itu membuat jaksa tidak bisa memberikan ampunan untuk Heru.

Baca juga: Rugikan Negara Rp12,6 Triliun di Kasus Korupsi Asabri, Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati

Tindakan Heru juga dinilai masuk dalam kategori kejahatan luar biasa.

"Saya mengapresiasi atas tuntutan hukuman mati oleh kejaksaan."

"Sebab saat ini korupsi kita semakin merajalela," kata Boyamin yang telah dikonfirmasi Tribunnews, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Tuntut Hukuman Mati, Jaksa Kesampingkan Hal-hal Meringankan yang Dilakukan Heru Hidayat

Menurut Boyamin, tuntutan hukuman mati pernah dilakukan terhadap terdakwa kasus korupsi Dicky Iskandar Dinata.

Dicky membobol kas sebuah bank sebesar Rp811 miliar, dan dihukum 8 tahun penjara pada 26 Mei 1992.

Setelah keluar penjara, Dicky kembali mengulangi perbuatannya.

Baca juga: Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati, Kuasa Hukum: Bikin Sensasi, Abuse of Power

Ia membobol BNI sebesar Rp1,3 triliun pada 2005. Jaksa kemudian menuntutnya dengan hukuman penjara seumur hidup, tapi hakim memvonisnya 20 tahun penjara.

"Heru ini meski tidak pengulangan, tapi secara bersama korupsi yang dianggap besar, di Jiiwasraya dan ASABRI," tutur Boyamin.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved