Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Update Covid-19 Kabupaten Bekasi, 48 Kasus Aktif, Vaksinasi Dosis Satu Capai 73,5 Persen

Kabupaten Bekasi kembali menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2, terhitung sejak 29 November 2021

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Lilis Setyaningsih
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Kegiatan vaksinasi massal yang diadakan Pemkot Bekasi di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIKARANG -- Kabupaten Bekasi kembali menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2, terhitung sejak 29 November 2021 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 63 Tahun 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah menuturkan berdasarkan data pada Sabtu (4/12/2021) ini, jumlah kasus aktif Covid-19 tercatat sebanyak 49 orang.

"Pasien Covid-19 ada 49 orang, beberapa dari mereka ada yang menjalani isolasi mandiri, ada pula yang dirawat di isoter (isolasi terpusat," ucap Alamsyah saat dikonfirmasi.

Sedangkan angka kesembuhan hingga kini tercatat sebanyak 50.804 dan jumlah pasien yang meninggal sebanyak 543 jiwa. Sehingga total kumulatif Covid-19 sejak Maret 2020 lalu, mencapai 51.395 orang.

Baca juga: Pendapatan Hotel dan Restoran di Kota Tangsel Meningkat Usai Kebijakan PPKM Level 2 Diterapkan

Baca juga: PHRI Kota Tangsel Dukung Penuh Penerapan PPKM Level 3 Pada Perayaan Nataru

Sementara itu, pihaknya ditargetkan pemerintah pusat harus memvaksinasi sebanyak 2.417.794 jiwa. Hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi masih terus melakukan percepatan vaksinasi.

"Untuk dosis pertama, sudah sebanyak 1.777.183 orang, atau setara dengan 73,50 persen. Sedangkan dosis kedua sebanyak 1.410.380 jiwa atau 58,33 persen," katanya.

Untuk mencegah masuknya Covid-19 varian baru, yakni varian omicron, Alamsyah menuturkan Pemkab Bekasi akan memperketat pemantauan protokol kesehatan 5M dan 3T.

Protokol kesehatan 5M yakni mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Baca juga: Punya Nilai Ekonomis Tinggi, Rahmat Effendi akan Adopsi Sistem Ternak Lele dari Kabupaten Bojonegoro

Sementara 3T yakni tracing (penelusuran), testing (tes), dan treatment (perawatan).

"Kami mengharapkan agar penerapan prokes di masyarakat tidak kendor sehingga tak menambah jumlah kasus aktif di Kabupaten Bekasi," ujar Alamsyah. (abs)

Sumber: Tribun bekasi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved