Gara-gara Gedung Cyber Terbakar, Banyak Nasabah dan Pialang Saham Gagal Transaksi
Sejumlah nasabah sekuritas terdampak akibat kebakaran Gedung Cyber terbakar. Mereka tak dapat melakukan transaksi jual beli saham.
Penulis: Desy Selviany |
WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Sejumlah nasabah securitas terdampak akibat kebakaran Gedung Cyber terbakar. Mereka tak dapat melakukan transaksi jual beli saham karena kebakaran tersebut.
Salah satunya yang dialami nasabah IndoPremier, Bambang Putranto (60). IndoPremier ialah salah satu perusahaan securitas yang melayani transaksi jual beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada hari kebakaran Kamis (2/12/2021) Bambang tengah melakukan transaksi jual beli saham.
Baca juga: Dampak Kebakaran Gedung Cyber, Layanan Dukcapil Kota Bekasi Sempat Terganggu
Pada sesi pertama pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB semuanya berjalan lancar.
Sampai akhirnya di sesi kedua pukul 13.00 WIB, Bambang tak dapat melakukan transaksi karena koneksi terputus.
"Pukul 13.00 WIB saya masuk sudah enggak bisa, lalu ada pemberitahuan lewat what's app bahwa server terputus dari gedung server," ujar Bambang dihubungi Sabtu (4/12/2021).
Baca juga: Sebelum Kebakaran Hebat Melanda Gedung Cyber, Seto Sempat Update Status Whatsapp
Kata Bambang, koneksi terputus hingga Jumat (3/12/2021) pukul 00.00 WIB. Sehingga pada Kamis sesi kedua lalu ia kehilangan peluang untuk mendapatkan keuntungan dari jual beli saham.
Bambang menyebut, jual beli saham memang bersifat fluktuatif. Namun kalau sedang untung biasanya Bambang bisa dapatkan Rp 200.000 perhari.
Maka pada hari itu, Bambang kehilangan peluang untuk dapatkan Rp200 ribu dari jual beli saham karena insiden kebakaran itu.
Baca juga: Tetangga Sayangkan Kematian Dzuan Dalam Kebakaran Gedung Cyber, Dikenal Sosok Penyayang Anak Kecil
Bambang mengaku tak mendapat ganti rugi apapun dari insiden tersebut. Ia juga cukup memaklumi karena insiden itu merupakan kecelakaan.
Namun, Bambang berharap perusahaan securitasnya bisa memiliki backup server di tempat lain.
Agar, apabila hal serupa terulang maka nasabah tak menunggu berjam-jam untuk bisa melakukan transaksi lagi.
"Harusnya ada aturan hak konsumen ya. Misalnya apabila server terputus tak lebih dari beberapa jam," sarannya.
Baca juga: Selidiki Kebakaran Maut Gedung Cyber Mampang Prapatan, Polisi Periksa 4 Saksi dan Pasang Police Line
Sebelumnya Gedung Cyber di Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan terbakar Kamis (2/12/2021) pukul 12.40 WIB.
Titik api berada di lantai dua gedung yang merupakan pusat data server. Diduga kebakaran terjadi karena korsleting listrik.
Gedung itu 99 persen diisi oleh perusahaan data dan teknologi informasi. Sehingga saat peristiwa kebakaran terjadi sebagian server terganggu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/gd-cyber3.jpg)