Rabu, 6 Mei 2026

Crane Roboh

Jasmin yang Terjepit Beton Selamat, Kini Petugas Hadapi Kendala saat Mau Potong Longbone Crane

Saat ini para petugas kesulitan untuk memotong longbone (tiang crane) karena masih ada kandungan oli di dalamnya. 

Tayang:
Wartakotalive.com/Muhamad Fajar Riyandanu
Satu unit mobil crane yang roboh dan menimpa rumah warga di Jalan Mawar, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat akhirnya dievakuasi pada Jumat (3/12/2021) sore. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK -- Jasmin Putri Fadilah (14), gadis remaja yang menjadi korban tertimpanya beton dan crane roboh di Jalan Mawar, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok pada Jumat (15/10/2021), berhasil diselamatkan dan dievakuasi.

Jasmin berhasil dievakuasi setelah 5 jam tertimbun reruntuhan bangunan dan beton, dia hanya mengalami luka lecet.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan DPKP Kota Depok Welman menyebutkan, ada sebanyak 12 orang personel DPKP Kota Depok dibantu tim relawan dalam proses evakuasi Jasmin.

Video: Bocah Tertimpa Crane Roboh Akhirnya Bisa Diselamatkan

Mereka sangat berhati-hati ketika memindahkan puing bangunan guna membebaskan tubuh Jasmin yang terjepit reruntuhan dan pilar beton menara air yang roboh.

"Dalam proses evakuasi ini yang pertama kami menyangga dulu beton agar tidak bergerak menimpa korban, sebelum kami evakuasi korban," ujar Welman usai evakuasi Jasmin.

Setelah berhasil menyangga pilar beton, lanjut Welman, barulah tim berusaha memotong besi dari pilar beton secara pelan-pelan.

Baca juga: Ambruk 1,5 Bulan Lalu, Crane Proyek Water Tank PDAM Depok Mulai Dievakuasi

Baca juga: Crane Proyek Tol Cibitung-Cilincing Sesi II di Sukawangi Ambruk

"Kami khawatir beton ini bergerak oleh karen itu kami motong besinya pelan-belan agar beton ini nggak bergerak," ujarnya.

Menurut Welman, selama proses evakuasi, kondisi Jasmin cukup kuat meskipun selama 5 jam dirinya terjepit beton.

"Selama evakuasi tim medis juga memantau kondisi korban," ucapnya.

Welman menambahkan, kondisi Jasmin saat dievakuasi hanya mengalami lecet pada bagian kepala dan tangan.

Baca juga: Korban Crane Jatuh dan Menara Air Roboh di Pancoran Mas Sebut PDAM Kota Depok Siap Bertanggungjawab

Mobil crane yang roboh di Jalan Mawar, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok pada Jumat (15/10/2021).
Mobil crane yang roboh di Jalan Mawar, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok pada Jumat (15/10/2021). (Tribunjakarta.com)

Kendala evakuasi crane

Sementara itu pada hari ini, Jumat (3/12/2021), PDAM Tirta Asasta Depok menerjunkan 20 petugas operator dan dua unit mobil crane untuk mengevakuasi crane proyek Water Tank PDAM yang terguling dan menimpa rumah warga di Jalan Mawar, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat pada Jumat (15/10/2021) lalu. 

Menurut Perwakilan Tim Monitoring Pekerjaan Water Tank Jalan Mawar PT Tirta Asasta Depok, Mangatur Siregar, proses evakuasi diperkirakan rampung dalam waktu 3 hari.

"Kami kerahkan untuk operator lebih dari 20 petugas dan dua unit, dengan kapasitas 80 dan 50 ton," kata Mangatur saat ditemui di lokasi pada Jumat (3/12/2021) sore.

Baca juga: Paska Crane & Menara Air Roboh, Pihak Keluarga Asnel Hanya Minta Warung yang Rusak Segera Diperbaiki

Mangatur mengatakan, petugas menemukan sejumlah kendala saat proses evakuasi hari ini.

Saat ini para petugas kesulitan untuk memotong longbone (tiang crane) karena masih ada kandungan oli di dalamnya. 

"Pemotongan dilakukan dengan pemanasan, cuma karena masih ada oli di dalam longbone-nya sementara dihentikan dulu untuk pemotongannya. Karena ada potensi nanti timbul api," jelasnya. 

Menurut Mangatur, evakuasi pada hari ini difokuskan untuk memisahkan bagian longbone dengan bagian mobil crane.

Warung milik Asnel Taher (72) yang tertimpa crane proyek pembongkaran menara air PDAM di Mawar Raya, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.
Warung milik Asnel Taher (72) yang tertimpa crane proyek pembongkaran menara air PDAM di Mawar Raya, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. (Tribunnewsdepok.com/Mochammad Dipa)

Baca juga: Tim Puslabfor Mabes Polri Langsung Terjun ke Lokasi Crane Roboh yang Hancurkan Rumah dan Lukai Warga

"Masih proses pengangkatan crane berapa kali belum berhasil, masih terus coba dilakukan dengan metode-metode dari operator crane," ucapnya. 

Terlihat di lokasi, sejumlah petugas melakukan upaya pemisahan longbone yang menempel di mobil crane.

"Mobil cranennya ini lagi diangkat dulu, cuma kita berupaya untuk pemisahan longbone dan mobil crane," ujar Mangatur.

Masih menurut Mangatur, proses evakuasi hanya dilakukan hingga sore hari. Sejak pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.

Baca juga: Tim Puslabfor Mabes Polri Menyelidiki Penyebab Jatuhnya Crane yang Menyebabkan Tiga Korban Luka-Luka

“Kami berkomitmen sama warga jam 08.00-17.00 WIB. Kami tidak melakukan pekerjaan di malam hari,” kata Mangatur saat ditemui di lokasi pada Jumat (3/12/2021) sore. 

Proses evakuasi tidak dilakukan sampai malam hari dengan maksud agar tidak mengganggu aktivitas warga. 

Sebelum proses evakuasi crane, pihaknya juga telah memberitahukan kepada warga sekitar untuk mengosongkan rumah selama proses evakuasi. 

“Tapi kita tidak bisa meminta langsung warga untuk mengosongkan tapi sudah kita berikan imbauan dulu. Jadi terkait mobilitas warga terkait kendaraan warga jadi bisa di luar area dulu,” pungkas Mangatur. (Dipa/M29)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved