Breaking News:

Virus Corona

Menko PMK: Banyak Hikmah yang Kita Petik dari Wabah Covid-19

Muhadjir mengatakan, Indonesia harus lebih siap, karena berbekal pengalaman menghadapi varian Delta sebelumnya.

Editor: Yaspen Martinus
Dok. BPMI Sekretariat Presiden
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan, berdasarkan survei Kemendagri, rata-rata tingkat imunitas masyarakat sudah sangat tinggi, mencapai 90 persen, terutama di kota-kota besar. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, varian baru Covid-19 Omicron sudah melanda beberapa negara.

Muhadjir mengatakan, Indonesia harus lebih siap, karena berbekal pengalaman menghadapi varian Delta sebelumnya.

“Kita kan sudah punya pengalaman dalam menghadapi varian Delta."

Baca juga: Zona Kuning Covid-19 di Indonesia Terus Menyusut Menjadi 461 Daerah, Merah dan Oranye Masih Nihil

"Dengan adanya varian Delta itu juga banyak hikmah, misalnya sekarang kondisi faskes kita sangat bagus, ketersediaan oksigen kita sangat baik, kemudian tenaga medis kita juga lebih siap."

"Jadi, banyak hikmah yang kita petik juga dari wabah,” ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Selasa (30/11/2021).

Dirinya mengungkapkan, berdasarkan survei Kemendagri, rata-rata tingkat imunitas masyarakat sudah sangat tinggi, mencapai 90 persen, terutama di kota-kota besar.

Baca juga: Antispasi Varian Omicron Masuk Indonesia, Jokowi Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri

Menurutnya, masyarakat sudah cukup kebal menghadapi Covid-19.

“Tetapi memang yang kita khawatirkan kalau varian baru ini nanti bisa menghabisi kekebalan-kekebalan yang sudah didapat itu, ini yang kita waspadai."

"Tadi saat rapat, Pak Presiden sudah menugaskan khusus ke Pak Menkes untuk betul-betul memantau varian baru ini, bahkan meminta agar di-update per hari,” tutur Muhadjir.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Melonjak Jadi 53, Sumatera Mendominasi

Selain modal gotong royong, menurut Muhadjir, sikap empati juga mesti dibangun untuk dapat menggerakkan hati dalam membantu sesama.

“Kita ingat bahwa begitu pandemi selesai bukan berarti semuanya berakhir."

"Kita harus mengejar ketertinggalan kita untuk pemulihan ekonomi."

"Tantangan-tantangan pemulihan ekonomi ke depan jauh lebih rawan dari sebelumnya, karena kita sudah berhadapan dengan bonus demografi,” beber Muhadjir. (Fahdi Fahlevi)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved