Vaksinasi Covid19

Laju Penyuntikan Vaksinasi Covid-19 Melambat, Banyak Daerah Lebih Pilih Sinovac Ketimbang Merek Lain

Laju penyuntikan vaksinasi Covid-19 menurun dalam 2 - 3 minggu terakhir.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com
Banyak daerah yang memilih menggunakan vaksin Sinovac ketimbang merek lain seperti AstraZeneca, Pfizer, maupun Moderna. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Laju penyuntikan vaksinasi Covid-19 menurun dalam 2 - 3 minggu terakhir.

Sebab, kata juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, banyak daerah yang memilih menggunakan vaksin Sinovac ketimbang merek lain seperti AstraZeneca, Pfizer, maupun Moderna.

"Hampir 2-3 minggu ini terjadi penurunan penyuntikan per harinya ya."

Baca juga: Zona Kuning Covid-19 di Indonesia Terus Menyusut Menjadi 461 Daerah, Merah dan Oranye Masih Nihil

"Ini dikarenakan banyak daerah yang menunggu untuk bisa mendapatkan vaksin Sinovac," ungkap Nadia dalam kegiatan virtual KCPEN, Rabu (1/12/2021).

Padahal, Nadia menjelaskan, stok vaksin di semester kedua ini didominasi oleh vaksin Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca.

"Dari peta penyediaan vaksin kita, di semester kedua ini kan kita akan memiliki lebih banyak vaksin-vaksin yang bukan lagi vaksin Sinovac, karena vaksin Sinovac itu sudah banyak digunakan pada semester pertama," terang Nadia.

Baca juga: Antispasi Varian Omicron Masuk Indonesia, Jokowi Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri

Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah, kabupaten atau kota, untuk melakukan percepatan vaksinasi dengan merek vaksin selain Sinovac.

Pemerintah memastikan, semua merek vaksin yang digunakan di Indonesia aman dan efektif guna melindungi diri dari Covid-19.

"Kita berharap bahwa kabupaten/kota itu bisa melakukan percepatan dengan menggunakan vaksin apapun."

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Melonjak Jadi 53, Sumatera Mendominasi

"Kita melihat masih ada juga kabupaten kota dengan sisa sasaran vaksinasinya cukup banyak ya, seperti Sukabumi itu masih satu jutaan."

"Ini yang kita dorong juga untuk segera menyelesaikan vaksinasi dengan menggunakan vaksin yang ada saat ini," harap Nadia.

Sampai saat ini, total masyarakat yang sudah mendapatkan dosis vaksin Covid-19 pertama mencapai 138 juta atau 67 persen.

Baca juga: Tes PCR Masih Bisa Deteksi Varian Omicron Meski Tak Mampu Pantau Gen S

Sementara, yang mendapatkan dosis kedua itu sudah pada angka 95,5 juta atau 45,8 persen.

"Lansia ini yang harus menjadi perhatian kita, karena sampai saat ini baru 53 persen dari total lansia yang dapatkan vaksinasi pertama dan vaksin keduanya 34 persen," papar Nadia. (Rina Ayu)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved