Breaking News:

Berita Bekasi

Hasil Pemeriksaan Polisi ke Rodiah, Sertifikat Tanah yang Diduga Telah Digadaikan Masih Dipegang

Lansia yang kini harus duduk di kursi roda itu, membawa serta sertifikat tanah yang disebut para pemohon telah digadaikan dengan nilai Rp 500 juta

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Umar Widodo
Warta Kota/Rangga Baskoro
Rodiah (72), lansia warga Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah yang dilaporkan 5 anak kandungnya sendiri terkait sertifikat tanah sedang beristirahat di rumahnya 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Arif Timang memaparkan hasil klarifikasi kepolisian oleh Hj Rodiah (72), yang dituduh oleh anaknya menggadaikan sertifikat tanah warisan.

Arif mengatakan bahwa Rodiah mendatangi Mapolrestro Bekasi untuk memenuhi undangan klarifikasi atas surat permohonan perlindungan hukum yang disampaikan oleh Sonya, anak pertama Rodiah.

Lansia yang kini harus duduk di kursi roda itu, membawa serta sertifikat tanah yang disebut oleh para pemohon telah digadaikan dengan uang senilai Rp500 juta.

"Dikatakan bahwa Ibu Rodiah telah menggelaplan sertifikat, sehingga hasil klarifikasi kemarin, beliau membawa sertifikat itu dan masih dipegang oleh Ibu Rodiah," kata Arif saat dikonfirmasi, Kamis (2/12/2021).

Arif enggan menyebutkan bahwa tuduhan yang dilayangkan oleh Sonya kepada Ibu kandungnya, tak sesuai dengan fakta. Namun, ia menegaskan bahwa petugas kepolisian telah diperlihatkan sertifikat-sertifikat tanah yang diduga telah digadai oleh Rodiah.

"Saya enggak bilang begitu (tuduhan tidak benar). Yang bisa saya katakan adalah hasil klarifikasi kami dengan ibu Rodiah, bahwa sertifikatnya itu masih disimpan oleh Ibu Rodiah dan kemarin dibawa untuk diperlihatkan kepada kami," ucapnya.

Pihaknya juga telah memberikan hasil klarifikasi kepada Sonya sebagai pemohon bahwa isi surat permohonan perlindungan hukum yang sebelumnya telah dilayangkan kepada polisi, tidak bisa dibuktikan.

"Karena begini, apa yang diminta melalui surat permohonan perlindungan hukum itu, tidak bisa dibuktikan," tutur Arif. (abs)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved