Breaking News:

Wagub DKI Hormati Keputusan Pusat Naikkan Status PPKM Berjenjang demi Hadapi Varian Covid-19 Omicron

Pemerintah DKI Jakarta menghormati keputusan pemerintah pusat yang menaikkan status PPKM dari level satu menjadi dua di Ibu Kota.

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria usai menghadiri acara donor darah dalam rangka hari pahlawan yang diadakan Bang Japar Jakarta Timur bekerjasama dengan BPPKB, di Pendopo Aksi DPD BPPKB Banten, Jakarta Timur, Minggu (21/11/21). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemerintah DKI Jakarta menghormati keputusan pemerintah pusat yang menaikkan status PPKM dari level satu menjadi dua di Ibu Kota.

Kebijakan ini berlaku selama dua pekan mulai dari Selasa (30/11/2021) sampai Senin (13/12/2021) mendatang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai, langkah ini merupakan bentuk antisipasi pemerintah dalam menghadapi potensi kenaikan kasus Covid-19 saat libur Natal 25 Desember dan Tahun Baru 2022 mendatang.

Baca juga: Cegah Varian Covid-19 Omicron, Jakarta Bakal Terapkan PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru

Biasanya, kata dia, kasus Covid-19 berpotensi naik seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat saat libur panjang.

"Ini kan bagian dari strategi pemerintah pusat, bersama pemerintah daerah agar kita lebih antisipatif, lebih hati-hati menyikapi tren kenaikan yang selalu terjadi di libur akhir tahun. Apalagi kita tahu ada varian baru Omicron, juga harus lebih hati-hati lagi jadi saya kira ini satu kebijakan yang lebih baik ya," kata Ariza di Balai Kota DKI pada Selasa (30/11/2021) malam.

Menurutnya, menaikan status level PPKM secara berjenjang cukup baik, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan kebijakannya di lapangan.

Baca juga: Aturan PPKM Level 3 Per 24 Desember: Seluruh Alun-alun Tutup per 31 Desember 2021-1 Januari 2022

Hal ini berkaca pada wacana pemerinta pusat yang akan menetapkan kebijakan PPKM level tiga saat libur nataru mendatang.

"Saya kira ini suatu kebijakan yang baik, daripada kita (PPKM) di level satu nanti semua (tetap) dilonggarkan, nanti malah terjadi penularan yang lebih besar," ujar mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.

Ariza mengungkapkan, sejauh ini progres vaksinasi di Jakarta telah mencapai 11 juta orang.

Angka ini melampaui target yang ditetapkan yaitu 8,9 juta orang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved