Breaking News:

Virus Corona

Varian Baru Omicron Kemungkinan Bisa Kembali Menyerang Penyintas Covid-19

Pemerintah akan terus memantau penyesuaian daftar negara yang tercantum jika diperlukan.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Pers/Setpres - Muchlis Jr
Varian baru Omicron kemungkinan dapat kembali menyerang para penyintas Covid-19. Meski begitu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta masyarakat tenang dan hati-hati. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Varian baru Omicron kemungkinan dapat kembali menyerang para penyintas Covid-19.

Hal itu berdasarkan bukti awal penelitian. Meski begitu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta masyarakat tenang dan hati-hati.

Hingga kini, Technical Advisory Group on Virus Evolution (TAG - VE) dari WHO menyatakan, efek transmisibilitas dan keparahan gejala yang ditimbulkan Omicron, masih belum pasti dan perlu diperdalam dengan studi lanjutan.

Baca juga: Bamsoet Kecelakaan Saat Jadi Navigator Pembalap Sean Gelael, Ketua DPRD DKI: Itu Baru Ketua IMI Asli

"Berdasarkan bukti awalan, disinyalir varian ini dapat menimbulkan reinfeksi pada penyintas Covid-19."

"Dimohon dapat menunggu hasil studi lanjutannya dengan tetap tenang, namun harus berhati-hati," katanya dalam keterangan pers di Graha BNPB, Selasa (30/11/2021).

Dalam upaya antisipasi, pemerintah berdasarkan Surat Edaran Satgas 23/2021, melakukan penundaan sementara kedatangan Warga Negara Asing (WNA) dari beberapa negara.

Baca juga: Baleg DPR: Jangan Salah Persepsi, MK Nyatakan UU Cipta Kerja Tetap Berlaku

Ditetapkannya kebijakan ini dilatarbelakangi terjadinya transmisi komunitas kasus bervarian Omicron.

Atau, telah terjadinya kondisi penularan antar penduduk dalam satu negara atau wilayah yang sumber penularannya berasal dari dalam negara atau wilayah itu sendiri.

Pemerintah akan terus memantau penyesuaian daftar negara yang tercantum jika diperlukan.

Sedangkan untuk penerapan penyesuaian aktivitas kegiatan masyarakat menjelang masa Nataru, termasuk penerapan PPKM level 3, akan tetap diberlakukan mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, sesuai InMendagri 62/2021 dan Surat Edaran 24/2021. (Rina Ayu)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved