Berita Internasional

Sibuk Tangani Pandemi Covid-19 hingga Perubahan Iklim, Fadli Zon: Dunia Jangan Lupakan Palestina

Sibuk Tangani Pandemi hingga Perubahan Iklim, Fadli Zon: Dunia Jangan Lupakan Palestina. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Ketua BKSAP DPR RI, Fadli Zon dalam Sidang Ke-143 Inter Parliamentary Union (IPU) di Madrid, Spanyol pada Rabu (1/12/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Situasi kemanusiaan warga Palestina di Wilayah Pendudukan dinilai semakin memburuk.

Laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun berbagai laporan Badan-badan independen menyatakan bahwa Negara Palestina terkena dampak krisis yang berkepanjangan.

Meningkatnya ketegangan di Yerusalem Timur, eskalasi ketegangan di Jalur Gaza sejak Mei 2021, dan pandemi covid-19 yang sedang berlangsung semakin memperparah situasi.

“Kami khawatir karena kesibukan masing-masing negara menghadapi berbagai tantangan mendesak seperti perubahan iklim, kemunduran demokrasi, kemiskinan dan sebagainya, kemudian isu Palestina ini menjadi terpinggirkan,” demikian disampaikan Ketua BKSAP DPR RI, Fadli Zon di Madrid, Spanyol pada Rabu (1/12/2021).

Dalam Sidang Ke-143 Inter Parliamentary Union (IPU) yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara tatap muka, BKSAP mengajukan emergency item mengenai situasi kemanusiaan di Palestina.

IPU merupakan organisasi parlemen internasional yang terdiri dari 179 parlemen nasional dan 13 organisasi parlemen regional.

Dalam kesempatan Sidang kali ini, Indonesia mengusung emergency item mengenai krisis kemanusiaan Palestina.

“Dunia berhutang pada rakyat Palestina atas kemerdekaan yang direnggut dari mereka. Oleh karena itu dibutuhkan lebih banyak lagi dukungan politis bagi upaya kemerdekaan Palestina,” ujar politisi Partai Gerindra itu.

Baca juga: Ridwan Kamil Batalkan Kenaikan UMK Karawang 2022, Apindo: Pekerja di Atas Satu Tahun Tetap Naik Gaji

Baca juga: Jauh dari Harapan Kaum Buruh, Ridwan Kamil Putuskan UMK Depok 2022 Hanya Naik Rp 22,283

Pandemi global covid-19 disampaikannya sangat mempengaruhi kondisi Negara Palestina.

Secara kumulatif, terdeteksi lebih dari 150.000 orang tertular virus covid-19.

Anak-anak dan perempuan menjadi kelompok paling rentan.

Pembatasan akses ke layanan penting seperti pendidikan, kesehatan, nutrisi, air dan sanitasi, serta layanan perlindungan sosial lainnya makin memperburuk situasi.

Rakyat Palestina ditegaskan Fadli Zon membutuhkan dukungan terus menerus dari dunia internasional.

"Melalui diplomasi parlemen, BKSAP terus menerus mendukung aspirasi rakyat Palestina untuk Negara Palestina yang merdeka, demokratis, berdaulat dan layak," jelas Fadli Zon.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved