Breaking News:

PPKM Darurat

Ibu Kota Berstatus PPKM Level 2, Kegiatan Masyarakat Dibatasi Hingga 50 Persen dari Total Kapasitas

Ibu Kota Berstatus PPKM Level 2, Kegiatan Masyarakat Dibatasi Hingga 50 Persen dari Total Kapasitas. Berikut Selengkapnya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/ Yolanda Putri Dewanti
akil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria usai menghadiri acara donor darah dalam rangka hari pahlawan yang diadakan Bang Japar Jakarta Timur bekerjasama dengan BPPKB, di Pendopo Aksi DPD BPPKB Banten, Jakarta Timur, Minggu (21/11/21). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemerintah pusat telah menaikan status PPKM di Ibu Kota dari level satu menjadi level dua.

Kebijakan ini berlaku mulai Selasa (30/11/2021) sampai Senin (12/12/2021) mendatang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, kenaikan level PPKM akan berdampak pada mobilitas masyarakat.

Saat level satu, kapasitas kegiatan masyarakat lebih longgar, namun ketika level dua akan dipersempit.

“PPKM level dua itu kan hanya mengurangi kapasitas yang tadinya 75 persen jadi 50 persen. Kemudian, jam operasional dari jam 10 malam menjadi 9 malam,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (1/12/2021).

Menurutnya, kebijakan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang.

Kata dia, mobilitas tinggi sangat berisiko besar terjadi penularan Covid-19, apalagi jika tidak disertai protokol kesehatan pencegahan Corona.

“Ini hanya tujuan dari PPKM level dua untuk proses antisipasi liburan nataru, di mana nanti kita berlakukan PPKM level tiga. Jadi saya kira salah satu yang baik ada proses satu, dua, tiga supaya masyarakat lebih berhati-hati dan jangan euforia,” jelas Ariza.

Baca juga: Catat Rekor Baru Zero Case Covid-19, Status Kabupaten Bogor Ditetapkan Jadi PPKM Level 2

Baca juga: DAFTAR Lengkap PPKM Jawa-Bali Hingga 13 Desember 2021, Jakarta Turun Jadi Level 2

Mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini mengingatkan masyarakat bahwa kasus Covid-19 pernah naik seiring adanya libur panjang.

Kenaikan kasus itu juga berimplikasi warga yang meninggal dunia lebih banyak.

“Menuju libur nataru, yang kita tahu selama dua tahun ini setiap ada libur selalu diikuti peningkatan-peningkatan Covid-19. Kita berharap libur nataru nggak ada peningkatan, terlebih sekarang ada varian baru, sekalipun secara vaksinnya sudah luar biasa,” ungkapnya.

Kata dia, progres vaksinasi di Jakarta sangat baik dibanding daerah lain.

Realisasinya sudah mencapai 11,1 juta orang, padahal targetnya 8,9 juta orang.

“Namun kita harus tetap hati-hati tetap patuhi prokes Covid-19,” ucapnya. (faf) 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved