Breaking News:

Angka stunting di Indonesia

Berdasarkan Riset World Health Organization, Angka stunting di Indonesia Termasuk Tinggi di Dunia

Ketua Komisi IX DPR RI, Ansory Siregar, mengatakan bahwa angka stunting di Indonesia masih termasuk tinggi berdasarkan riset WHO.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Sigit Nugroho
TribunBekasi.com
Anggota Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Selasa (30/11/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Ketua Komisi IX DPR RI, Ansory Siregar, mengatakan bahwa angka stunting di Indonesia masih termasuk tinggi berdasarkan riset World Health Organization (WHO). 

Hal itu diungkapkan Ansory saat melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi Selasa (30/11/2021).

Dalam kunjungan itu ada beberapa hal yang dibahas salah satunya, yaitu terkait penanganan stunting di Kota Bekasi.

"Berdasarkan data tahun 2018, kondisi anak balita Indonesia terkena stunting sebesar 30 persen, artinya 3 dari 10 balita mengalami kondisi gagal tumbuh dengan jumlah total hampir mencapai 7 juta jiwa. Walaupun begitu, riset 2019 menunjukkan adanya penurunan dari angka 30 persen menjadi 20 persen, namun masih jauh dari rekomendasi WHO," kata Ansory.

Baca juga: Tekan Angka Stunting di Jakarta Timur, Frisian Flag Indonesia Donasikan 2 Ton Susu Bubuk

Baca juga: Jawa Barat Masuk Tiga Besar Angka Stunting, Putih Dorong Percepatan Penanganan Stunting

Baca juga: Stunting Menjadi Fokus di 16 Kelurahan di Jakarta Timur, dapat Bantuan 2 Ton Susu

Menurut Ansory, saat ini pihakya sudah dibentuk tim percepatan penurunan stunting tingkat provinsi, kabupaten, dan kota yang diharapkan mampu mempercepat turunnya angka stunting.

Apalagi, Kota Bekasi merupakan salah satu kota yang mendapatkan prioritas dari Provinsi Jawa Barat untuk percepatan penurunan stunting

"Oleh sebab itu, kami ingin mendengar langsung dari Pemerintah Kota Bekasi, diwakili puskesmas dan posyandu tentang hambatan yang dihadapi dalam percepatan penurunan stunting, serta mitra lain yang hadir hari ini untuk berkolaborasi dalam upaya penurunan stunting," ujar Ansory.

Sementara itu secara terpisah, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan bahwa stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang dialami oleh balita karena kekurangan gizi.

BERITA VIDEO: Pujian Dirjen WHO Untuk ARMY BTS Indonesia yang Telah Selanggarakan Vaksinasi Covid Massal

Oleh karena itu ini perlu menjadi perhatian khusus karena hal ini salah satu elemen visi Kota Bekasi adalah setiap anak yang lahir dapat tumbuh sehat dan cerdas. 

"Salah satu urusan pemerintah di bidang kesehatan yaitu memastikan setiap anak yang lahir di Kota Bekasi harus dapat gizi yang cukup," kata Rahmat Effendi.

Menurut dia, untuk mencapai target penurunan stunting di Kota Bekasi,  tidak hanya memerlukan asupan gizi dan status kesehatan balita saja. 

"Namun juga diperlukan perbaikan pada aspek teknis pengukuran seperti validasi data sehingga menghasilkan informasi yang valid, agar tindak lanjut penanganan stunting di Kota Bekasi dapat lebih baik kedepannya," ungkapnya.

Rahmat berterima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan BKKBN yang memiliki tugas dan mandat yang sama dan sinergis dalam penanganan stunting pada balita.

"Semoga upaya yang dilakukan melalui delapan aksi integrasi intervensi penurunan stunting di Kota Bekasi akan semakin baik lagi. Dengan harapan pulihnya kemampuan pendapatan daerah, sehingga (Pemkot Bekasi)  lebih leluasa dalam mengalokasikan APBD Kota Bekasi untuk penanganan stunting," ucapnya.

Sumber: Tribun bekasi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved