Breaking News:

Berita Video

VIDEO Pemkot Bekasi Siapkan Skenario Penerapan PPKM Level III Natal dan Tahun Baru 2022

"Kita kan lagi mempersiapkan terutama langkah-langkah bagaimana sosialisasi agar warga seperti yang sampaikan kemarin tidak euforia

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM,BEKASI SELATAN -  Pemerintah Kota Bekasi tengah mempersiapkan skenario penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level III Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Langkah-langkah yang akan diambil oleh Pemkot Bekasi tak lain untuk mencegah adanya perayaan yang mengumpulkan masa banyak di dua hari besar itu. Sehingga pontensi penularan Covid-19 bisa dicegah sejak awal.

"Kita kan lagi mempersiapkan terutama langkah-langkah bagaimana sosialisasi agar warga seperti yang sampaikan kemarin tidak euforia untuk libur ke luar kota, apalagi sampai nanti menimbulkan sebuah klaster baru transimisi," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Senin (29/11/2021).

Dikatakan Pepen sapaan akrab Rahmat Effendi, antisipasi tidak terjadinya kenaikan lonjakan kasus dengan melakukan beberapa pembatasan jam operasional hingga batas jumlah kapasitas, sebagai upaya agar kasus Covid-19 di Kota Bekasi ini tidak kembali naik.

Sebab, berkaca pada tahun sebelumnya, kasus Covid-19 mengalami kenaikan pasca libur panjang. Apalagi adanya transmisi bergerakan masyarakat keluar kota, membuat kasus makin meningkat, oleh karena itu, Pepen akan mengambil langkah agar hal seperti itu tidak terulang kembali.

"Sekarang ini, sebenarnya di kita ini kan (Kota Bekasi) sangat luar biasa sekali dan landai (perkembangan Kasus Covid-19nya) tentunya kita juga minta dievaluasi secara menyeluruh dalam persiapan kedepannya," katanya.

Optimilisasi vaksinasi juga terus digenjot Pemerintah Kota Bekasi agar masyarakat yang belum tervaksin bisa segera memiliki antibodi sehingga resiko penularannya lebih kecil dibandingkan masyarakat yang belum vaksin. 

Vaksinasi akan terus dijalankan menyasar kategori lansia hingga remaja di lingkungan sekolah. Langkah itu tentunya sebagai konsistensi pengendalian Covid-19 di lingkungan sekolah.

"Persoalan vaksinasi kita kan terus berjalan termasuk dengan lansia nya bahkan kemarin ditemukan di sekolah sekolah di PTM itu (Kasus Covid-19) lebih dari 5 persen kita lakukan penutupan untuk 14 hari, Ini adalah sebuah konsistensi bagaimana kita melakukan pengendalian," ucapnya. (JOS).

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved