Berita Bogor

Gelar Kongres ke-V di Bogor, Ini Sejarah Jaringan Kota Pusaka Indonesia

Kongres ke-V JKPI digelar di Bogor, Jawa Barat. Ini Sejarah Jaringan Kota Pusaka Indonesia. Ada 12 kepala daerah pendiri JKPI.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Gelar Kongres ke-V di Bogor, Ini Sejarah Jaringan Kota Pusaka Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR -Gelar Kongres ke-V di Bogor, Ini sejarah Jaringan Kota Pusaka Indonesia.

Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) akan menggelar Kongres ke-V pada 2-5 Desember 2021 di Bogor, Jawa Barat.

Selain memilih ketua, kongres ini juga menjadi ajang untuk peluncuran Ibu Kota Kebudayaan Indonesia.

Baca juga: Kongres ke-V JKPI di Bogor Usung Tema Indonesia Tangguh Kota Pusaka Berdaya dan Berbudaya

Lalu, apa itu Jaringan Kota Pusaka Indonesia? Seperti apa sejarahnya?

Jaringan Kota Pusaka Indonesia merupakan organisasi yang mewadahi dan menghubungkan kota-kota yang memiliki warisan budaya di Indonesia.

Baca juga: Kongres JKPI di Bogor Berikan Penghargaan kepada Sejumlah Tokoh, ini Kategorinya

Organisasi ini didirikan pada 2008 lalu di Solo, Jawa Tengah.

"Deklarasi dilakukan oleh 12 kepala daerah dari seluruh Indonesia," kata Nanang Asfarinal, Direktur Eksekutif JKPI, Minggu (28/11/2021).

Sebanyak 12 kota yang menjadi deklarator JKPI adalah Surakarta, Yogyakarta, Denpasar, Pekalongan, Ternate, Pangkalpinang, Ambon, Surabaya,Medan, Pontianak, Surabaya dan Blitar.

"Presiden Jokowi menjadi salah satu penggagas JKPI saat dia menjadi Walikota Solo. Dia mengajak 11 kota lainnya untuk membentuk JKPI," jelasnya.

Deklarasi JKPI pada 25 Oktober 2008 dihadiri Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik.

Menurut Nanang, tujuan dibentunya Jaringan Kota Pusaka Indonesia adalah untuk bersama-sama memperhatikan peninggalan-peninggalan warisan budaya, baik berupa benda, tak benda maupun campuran benda dan tak benda.

"JKPI dibentuk untuk menjaga kelestarian benda cagar budaya (BCB) peninggalan sejarah di Indonesia," paparnya.

Dia menambahkan  keberadaan JKPI sangat penting dalam upaya sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang perlindungan benda cagar budaya (BCB).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved