JD.ID Buka Gerai Ritel Offline Wellio dengan Konsep Retail Cafe di Mal Kota Kasablanka
Perusahaan e-commerce JD.ID kembali membuka gerai ritel offline Wellio di mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (24/11/2021) lalu.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
WARTAKOTALIVE.COM - Perusahaan e-commerce JD.ID kembali membuka gerai ritel offline Wellio di mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (24/11/2021) lalu.
Pembukaan gerai kedua ini mengikuti kesuksesan gerai Wellio pertama yang berlokasi di Citywalk Sudirman, Jakarta Pusat, yang telah dibuka pada bulan Maret lalu.
Wellio by JD.ID adalah gerai ritel multi kategori yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga, elektronik hingga kebutuhan pribadi para pelanggan.
Christine Barki, Director Offline Business JD.ID mengatakan, untuk gerai Wellio terbaru ini, hadir dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya, yaitu penggabungan konsep ritel dan kafe.
Selain dapat melihat atau membeli produk yang tersedia dalam gerai, pengunjung juga dapat menikmati makanan dan minuman secara langsung di tempat (dine-in).
“Wellio Kota Kasablanka menjadi konsep kafe ritel pertama yang digagas oleh JD.ID dan menawarkan lebih banyak merek dari kategori gadget, kecantikan dan gaya hidup (lifestyle) yang tidak dapat ditemukan pada gerai sebelumnya,” ucap Christine dalam keterangannya, Sabtu (27/11/2021).
Christine menambahkan, kombinasi ritel dan kafe pada Wellio di Kota Kasablanka ini hadir bersamaan dengan tren all-day restaurant dimana konsumen dapat menikmati dine-in di kafe sekaligus mendapatkan pengalaman berbelanja produk kebutuhan sehari-hari.
“Tersedianya kafe di dalam gerai ritel merupakan salah satu strategi JD.ID untuk meningkatkan pengalaman berbelanja para pelanggan yang lebih seru di Wellio,” ujarnya.
JD.ID menggandeng Yummy Corp. sebagai mitra kafe di dalam Wellio. Adapun alasan JD.ID memilih pemilihan Yummy Corp sebagai mitra kafe karena profesionalisme dan keahlian Yummy Corp. terhadap dunia food and beverage (F&B) yang dipercaya dapat menjadi aset besar terutama bagi konsep kafe ritel pertama JD.ID.
“Adanya kafe ritel menciptakan lebih banyak peluang untuk menarik pelanggan tetap, serta dapat mendorong hadirnya ruang komunitas atau memberikan nuansa lingkungan sosial yang nyaman, dan membuat JD.ID sebagai pemilik bisnis dapat mengeksplorasi lebih banyak jenis kewirausahaan lainnya, sehingga tidak monoton,” imbuh Christine.
Sejak tahun 2018 lalu, JD.ID mulai memperluas distribusi salurannya ke bisnis offline dengan membuka berbagai gerai ritel yang berkonsep unik dan menarik. Beberapa diantaranya adalah JD Hub, JD Electronic Store, YOJI, dan Wellio.
Melalui gerai-gerai tersebut, JD.ID turut memperkenalkan fitur online-to-offline (O2O), yang mengintegrasikan gerai-gerai offline tersebut dengan platform online milik JD.ID.
Lebih lanjut Christine mengungkapkan, dengan fitur “Nearby Shops” sebagai fasilitas komplementer, para pelanggan setia JD.ID tidak hanya bisa belanja secara tatap muka di gerai favorit mereka, melainkan bisa belanja kapan pun dan di mana pun melalui smartphone mereka, dengan durasi kirim yang lebih singkat (baik dengan metode self pick-up maupun kurir logistik dengan durasi 1 hingga 2 jam dan ongkos kirim yang lebih murah.
“Melalui kehadiran gerai offline, JD.ID berharap dapat meningkatkan brand awareness pelanggan sekaligus penjualan JD.ID, di ekosistem yang lebih luas,” pungkas Christine. (dip)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pembukaan-gerai-wellio-by-jdid.jpg)