Virus Corona

Cara Mengatasi Gejala Kelelahan pada Post-Covid Syndrome Para Penyintas Covid-19

Kelelahan adalah gejala yang paling sering ditemukan pada post-Covid syndrome, bahkan keluhan ini masih dirasakan setelah 100 hari terpapar Covid.

Jill McCubbin-Clare Acupuncture
Kelelahan atau fatigue adalah gejala yang paling sering ditemukan pada post-Covid syndrome, bahkan keluhan ini masih dirasakan setelah 100 hari terpapar virus corona. Foto ilustrasi tubuh mengalami kelelahan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kita bersyukur kasus Covid-19 di Indonesia trennya sangat menggembirakan, bahkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM levelnya sudah diturunkan dari level 2 ke level 1 di beberapa daerah, termasuk DKI Jakarta.

Meskipun demikian, menjaga dan menaati protokol kesehatan Covid1-19 dengan tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak wajib dipatuhi, agar virus corona tidak merebak lagi.

Meskipun sudah menjalani vaksinasi Covid-19, bukan berarti tidak bisa terpapar. Dan jika terpapar, seseorang tetap mempunyai risiko yang berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing.

Kelelahan atau fatigue adalah gejala yang paling sering ditemukan pada post-Covid syndrome, bahkan keluhan ini masih dirasakan setelah 100 hari terpapar virus corona.

Pada pasien yang sempat mengalami kondisi gangguan paru berat saat terkena Covid-19, seperti acute respiratory distress syndrome (ARDS), dua pertiga dari mereka merasakan keluhan kelelahan yang signifikan setelah setahun terkena Covid-19.

Keluhan yang dirasakan sangat mirip dengan sindroma chronic fatigue/kelelahan kronis.

Kelelahan kronis terdiri dari kelelahan yang menjadikan tubuh tidak berdaya, nyeri, mengalami disabillitas neurokognitif, gangguan tidur, gejala disfungsi otonom, serta perburukan kondisi fisik dan kognitif.

Baca juga: Banyak Permintaan Plasma Konvalesen, PMI Kota Tangsel Siap Jemput Pendonor Penyintas Covid-19

Baca juga: VIDEO : Penyintas Covid-19 Tergerak Membantu Sesama

"Kondisi hipertensi, obesitas, serta gangguan kesehatan mental menjadi beberapa faktor risiko seseorang mengalami post-Covid syndrome," ujar ​​​​dr Hikmat Pramukti, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam RS Pondok Indah, Pondok Indah dalam keterangan resminya dikutip Antaranews.com pada Sabtu (27/11/2021).

Dokter Hikmat mengatakan, penyebab pasti terjadinya post-Covid syndrome masih terus diobservasi.

Ada yang menyebutkan bahwa gejala ini terjadi akibat kerusakan organ-organ yang disebabkan oleh virus dan sisa peradangan yang masih berlangsung walaupun virus sudah tidak ada.

Untuk mengatasi gejala kelelahan, hal pertama yang dapat dilakukan oleh para penyintas Covid-19 adalah mencari tahu sumber atau organ mana yang mendasari keluhan ini:

Baca juga: VIDEO : Penyintas Covid-19 Tergerak Membantu Sesama

- Apakah akibat gangguan kondisi di jantung?

- Apakah akibat gangguan kondisi di paru?

- Apakah gabungan keduanya?

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved