Breaking News:

Berita Video

VIDEO Anggaran Kesmas Bukan Belanja Konsumtif Tapi Belanja Modal

Ia menyebut, pengeluaran biaya untuk kesehatan masyarakat bukanlah belanja konsumtif negara, melainkan belanja modal. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Agustin Kusumayati, menegaskan bahwa prioritas menjaga kesehatan masyarakat lebih penting daripada mengedepankan aspek perekonomian selama Pandemi Covid-19.  

Agustin mengibaratkan Pandemi Covid-19 sebagai api, sementara gangguan ekonomi adalah asap yang ditimbulkan dari api tersebut. Ia pun menilai, jika ingin mengilangkan asap yang membuat ‘mata pedih’ maka hal yang perlu dilakukan adalah memadamkan sumber api. 

“Sering dikatakan bahwa kita seimbang antara ekonomi dan kesehatan, tetapi memang harus lebih banyak fokus ke mematikan api ketimbang kita ngurusin asap. Kalau saya pribadi itu ya memang fokus pada mengendalikan penyakitnya dulu karena orang sakit enggak bisa melakukan aktivitas ekonomi,” kata Agustin saat ditemui di Gedung Rektorat UI pada Jumat (5/11/2021). 

Namun di satu sisi, Agustin juga menilai bahwa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak positif bagi pengendalian kesehatan masyarakat dan upaya pemulihan ekonomi saat Pandemi Covid-19. 

Ia menyebut, pengeluaran biaya untuk kesehatan masyarakat bukanlah belanja konsumtif negara, melainkan belanja modal. 

“Kayak kemarin PPKM sakit rasanya, apa-apa terbatas. Tapi habis itu sudah sembuh. Jadi bukan mana yang lebih penting dan mana yang tidak penting, tetapi memang kita melihat situasinya wabah inilah yang menjadi pokok pangkal dari segala macam dampak yang kemudian merembet ke bidang ekonomi, sosial, dan sebagainya. Sehingga memang dia (Covid-19) yang harus dikendalikan,” sambung Agustin.

Sementara itu, pada bulan Juli lalu, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei tentang prioritas masyarakat terhadap ekonomi dan kesehatan. Hasilnya menunjukkan, adanya peningkatan masyarakat yang ingin pemerintah Joko Widodo lebih memprioritaskan masalah perekonomian ketimbang masalah kesehatan di masa pandemi Covid-19 pada periode Juni 2021.

Di periode Juni, persentase jumlah responden yang ingin pemerintah prioritaskan masalah ekonomi lebih besar, yaitu sebesar 50,7 persen. Persentase ini naik ketimbang September 2020 lalu dengan persentase hanya 36 persen. Sementara pada Juli 2021, persentase masyarakat yang berharap pemerintah prioritaskan ekonomi sebesar 47,9 persen.

Sementara itu, survei yang dilakukan terhadap 1.200 responden di seluruh Indonesia dalam rentan Maret 2018 hingga Juni 2021 itu melaporkan, masyarakat yang berharap agar pemerintah lebih memprioritaskan masalah kesehatan sebanyak 46,2 persen pada Juni 2021. Persentase ini menurun dibandingkan periode September 2020 yang mencapai 60,5 persen. Adapun pada Juli 2021, persentase masyarakat yang lebih ingin pemerintah memprioritaskan kesehatan mencapai 45 persen. 

Walau persentase jumlah responden yang ingin pemerintah mengutamakan masalah ekonomi lebih besar daripada jumlah masyarakat yang berharap agar pemerintah lebih memprioritaskan masalah kesehatan, jarak antara selisih keduanya tidak terlalu signifikan. Jumlah persentase masing-masing pada bulan Juli 2021 adalah 47,9 persen dan 45 persen. Hanya terpaut 2,9 persen.  

Agustin pun menilai, saat ini kegiatan masyarakat sudah lebih cair karena status level PPKM di sejumlah wilayah mengalami penurunan level. Ia berharap, masyarakat tetep harus menerapkan protokol kesehatan saat melakukan aktivitas di ruang publik. Sebagai informasi, di wilayah Jakarta sendiri level PPKM sudah terjun ke level 1, sementara di daerah Depok level PPKM ada di angka level 2. 

“Sebetulnya kalau masyarakat itu tetap beraktivitas dengan protokol kesehatannya dijaga, semua (angka positif Covid-19) masih bisa kita tekan. Saya khawatir kalau kemudian masyarakatnya merasa bahwa pandemi sudah selesai. Paling utama tetap protokol kesehatan dan pencegahan penyakit lebih dahulu,” pungkas Agustin. (m29).

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved