Breaking News:

Omnibus Law

UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat, Presiden KSPSI: Masih Ada Keadilan di Negeri Ini

MK memerintahkan DPR dan pemerintah memperbaiki UU Cipta Kerja dalam waktu 2 tahun sejak putusan dibacakan.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/DANANG TRIATMOJO
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea bersyukur para hakim konstitusi telah memihak rakyat Indonesia, dan berpihak pada keadilan untuk masyarakat Indonesia. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat.

MK memerintahkan DPR dan pemerintah memperbaiki UU Cipta Kerja dalam waktu 2 tahun sejak putusan dibacakan.

Mengetahui hal ini, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea meyakini keadilan masih ada di negeri ini.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 25 November 2021: 372 Orang Positif, 293 Sembuh, 16 Meninggal

"Kami yakin keadilan masih ada di negeri ini," kata Andi Gani, Kamis (25/11/2021).

Ia turut berterima kasih kepada seluruh buruh Indonesia yang sudah berjuang tanpa lelah mengawal bergulirnya persidangan di MK.

"Terima kasih kami ucapkan untuk seluruh buruh di Indonesia yang telah berjuang tanpa lelah untuk mengawal proses sidang MK ini," ucapnya.

Baca juga: 35 Tahun Jadi Guru, Ibu Arteria Dahlan Sebut Insiden Cekcok dengan Anggiat Pasaribu Cukup Menakutkan

Saat mengetahui MK memutus UU Ciptaker inkonstitusional bersyarat, Andi Gani sempat menangis saat mengikuti aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis siang.

Ia bersyukur para hakim konstitusi telah memihak rakyat Indonesia, dan berpihak pada keadilan untuk masyarakat Indonesia.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada majelis hakim MK, yang berpihak pada kebenaran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Khawatir Ditegur MKD Jika ke Polres Cabut Laporan, Arteria Dahlan Bakal Koordinasi dengan Kapolda

Dengan putusan ini, ia menyebut perjuangan yang dilakukan buruh mengajukan gugatan ke MK tidak sia-sia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved