Breaking News:

Sosialisasi Program JKN-KIS ke Warga Jakarta Barat, BPJS Minta Warga Rutin Bayarkan Iuran JKN-KIS

BPJS Kesehatan bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris melakukan sosialisasi program JKN KIS ke masyarakat Jakarta Barat.

istimewa
(ki-ka): Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat Fitria Nurlaila Pulukadang foto bersama peserta sosialisasi program JKN-KIS yang merupakan masyarakat di wilayah Jakarta Barat, Jumat (19/11/2021) lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM - BPJS Kesehatan bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris melakukan sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada masyarakat di wilayah Jakarta Barat, Jumat (19/11/2021) lalu.

Menurut Charles, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan menerima masukan terkait penyelenggaraan program JKN-KIS, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke arah yang lebih baik.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi ini seluruh peserta yang hadir baik yang sudah memiiki JKN-KIS atau yang belum dapat sama-sama bisa memahami pentingnya JKN-KIS dalam memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang merata kepada seluruh masyarakat di Indonesia," ucap Charles.

Selain itu, lanjut Charles, kegiatan ini juga merupakan kesempatan untuk bertukar pikiran langsung dengan seluruh masyarakat agar fungsi dari JKN-KIS dalam memberikan proteksi ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya.

Sementara, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat, Fitria Nurlaila Pulukadang, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mitra, khususnya Komisi IX DPR RI yang telah mendukung penuh keberlangsungan Program JKN-KIS.

"Pemerintah bersama dengan BPJS Kesehatan memiliki tanggung jawab dalam memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat," ujar Fitria.

Sebaliknya, lanjut Fitria, masyarakat sebagai bagian dari negara Republik Indonesia memiliki kewajiban dan tanggung jawab pula dalam menjadi peserta JKN-KIS serta membayar iuran sehingga bisa bersama-sama saling bahu-membahu dalam melindungi seluruh masyarakat di Indonesia.

Menurutnya, prinsip gotong royong yang diterapkan dalam pelaksanaan Program JKN-KIS harus dipahami bersama.

“Artinya, iuran yang secara rutin kita bayarkan tidak hanya bagi diri kita sendiri tapi juga untuk peserta lainnya yang membutuhkan biaya pengobatan di fasilitas kesehatan,” ungkap Fitria.

Fitria menambahkan, menjadi peserta JKN-KIS itu menjadi penting karena ketika sewaktu-waktu sakit kita tidak menjadi beban bagi orang-orang disekitar kita karena biaya kesehatan ini dapat ditanggung.

“Begitupula sebaliknya, saat kita sakit, nantinya peserta lainnya tersebut akan membiayai pelayanan kesehatan lewat iuran kepesertaan yang rutin dibayarkan,” jelasnya.

Fitria kembali mengingatkan, apapun bentuk kartu jaminan kesehatan yang digunakan oleh masyarakat, selama masih berstatus aktif sebagai peserta JKN-KIS, maka kartu tersebut masih berlaku dan dapat digunakan.

“Hal yang perlu di ingat adalah apapun bentuk kartu yang digunakan, apakah itu masih berupa kartu kuning ASKES bagi peserta dari PNS/TNI/Polri, apakah itu masih berupa kartu KIS yang dicetak manual lalu di laminating, atau kartu JKN-KIS terbaru dalam bentuk fisik maupun digital itu sama-sama masih berlaku dan bisa digunakan asalkan bapak dan ibu berstatus aktif sebagai peserta JKN-KIS," jelas Fitria.

Di akhir kegiatan, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat bersama dengan Komisi IX DPR RI mengimbau kepada masyarakat agar seluruh informasi yang disampaikan dalam kegiatan ini juga turut disampaikan kepada seluruh anggota keluarga atau kerabat lainnya yang tidak bisa hadir sehingga dapat sama-sama memahami manfaat Program JKN-KIS. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved