Breaking News:

Korupsi

Polisi Ungkap Proyek Bodong di Anak Perusahaan BUMN, Sukses Selamatkan Rp 8,9 Miliar Uang Negara

Polda Metro Jaya Ungkap Proyek Bodong di Anak Perusahaan BUMN, Sukses Selamatkan Rp 8,9 Miliar Uang Negara. Berikut Selengkapnya

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan dalam jumpa pers terkait kasus dugaan korupsi di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran baru, Jakarta Selatan pada Jumat (26/11/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Polda Metro Jaya membongkar kasus korupsi yang terkait dengan anak perusahaan BUMN PT PDS (Peruri Digital Security).

Uang senilai Rp8,9 Miliar berhasil diselamatkan negara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan mengatakan bahwa kasus ini berawal dari laporan yang diterima kepolisian pada 29 Juni 2021 lalu.

Kasus yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya ini berawal dari laporan PT PDS.

Modus dari operandi kasus korupsi itu ialah dengan tindak pidana fiktif dalam pengadaan dan penyediaan data struk performen monitoring dan diagnotik manage service di PT PDS.

"Jadi secara administrasi dokumennya telah dilengkapi, tapi enggak pernah dilakukan proses pengadaan barang dan jasa," tuturnya di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (26/11/2021).

Sehingga kata Zulpan, proyek tersebut telah melanggar standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan PT PDS.

Barang hasil pekerjaan tak pernah diserah terimakan atau fiktif tetapi dilakukan pembayaran.

Baca juga: Polres Jakarta Barat Panggil Kerabat Nirina Zubir yang Dilaporkan Soal Dugaan Penyekapan

Baca juga: APBD 2022 Masih Defisit Rp 594 Miliar Sepekan Jelang Pengesahan, Pemkab Bogor Sisir Seluruh Anggaran

Hal tersebut berdampak pada kerugian di anak perusahaan BUMN itu.

Kasus itu kata Zulpan sudah naik ke penyidikan dengan pelanggaran undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Undang-undang Nomor 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Pasal 2 dan Pasal 3.

Dari kasus tersebut, polisi sita barang bukti senilai Rp8,9 Miliar.

Meski sudah masuk ke penyidikan, polisi belum juga menetapkan tersangka dalam kasus korupsi tersebut. (des)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved