Breaking News:

Virus Corona

Jokowi Teken Dua Perpres Soal Paten Obat Covid-19 Remdesivir dan Favipiravir, Bersifat Non Komersial

Pelaksanaan paten terhadap obat Favipiravir untuk memenuhi ketersediaan dan kebutuhan yang sangat mendesak untuk pengobatan Covid-19.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
Presiden Jokowi meneken Perpres 100/2021 dan Perpres 101/2021, tentang Pelaksanaan Paten oleh Pemerintah Terhadap Obat Remdesivir dan Favipiravir. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken Perpres 100/2021 tentang Pelaksanaan Paten oleh Pemerintah Terhadap Obat Remdesivir.

Jokowi juga meneken Perpres 101/2021 tentang Pelaksanaan Paten oleh Pemerintah Terhadap Obat Favipiravir.

Pelaksanaan paten terhadap obat Favipiravir untuk memenuhi ketersediaan dan kebutuhan yang sangat mendesak untuk pengobatan Covid-19.

Baca juga: Inisiasi Perdamaian dengan Anggiat Pasaribu, Puan Maharani Bilang Arteria Dahlan Orang Galak

Paten terhadap dua obat itu dilaksanakan dalam jangka waktu tiga tahun ke depan.

"Pemerintah melaksanakan paten terhadap obat Remdesivir."

"Pelaksanaan paten oleh pemerintah terhadap obat Remdesivir dimaksudkan untuk memenuhi ketersediaan dan kebutuhan yang sangat mendesak untuk pengobatan penyakit Covid-19," bunyi pasal 1 Perpres 100/2021, dikutip pada Jumat (26/11/2021).

Baca juga: Farid Ahmad Okbah Sempat Bertemu Jokowi di Istana Sebelum Ditangkap, Densus 88: No Comment

Perpres itu juga menginstruksikan Menteri Kesehatan menunjuk industri farmasi sebagai pelaksana paten obat Remdesivir atas nama pemerintah, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Industri farmasi melaksanakan tugas sebagai pelaksana paten obat Remdesivir secara terbatas, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan bersifat nonkomersial," terang Perpres itu.

Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, 10 November 2021.

Baca juga: Pesan Dudung kepada Prajurit Kodam XVIII Kasuari: Cintai Masyarakat Papua Seperti Diri Sendiri

Remdesivir menjadi satu dari tiga obat terapi Covid-19 yang diupayakan stoknya tetap aman untuk Indonesia, selain Actemra dan Gammaraas.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved