Breaking News:

Dana Hibah untuk Bamus Betawi Batal Dipotong, Tetap Sebeaar Rp 3 Miliar

Setelah terjadi dinamika dalam rapat komisi, akhirnya diputuskan besaran dana hibah dikembalikan seperti dokumen KUA-PPAS untuk APBD 2022.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Gembong Warsono 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta sepakat, nilai hibah untuk Bamus Betawi tetap Rp 3 miliar, bukan Rp 2,1 miliar.

Dengan demikian dana hibah untuk Badan Musyawarah (Bamus) Betawi tahun 2022 yang dipimpin Abraham Lunggana alias Haji Lulung batal dipotong.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono mengatakan, total alokasi dana hibah tetap Rp 4,2 miliar untuk dua organisasi masyarakat (ormas) Betawi.

Rinciannya, duit Rp 3 miliar untuk Bamus Betawi yang diketuai Haji Lulung, dan Rp 1,2 miliar untuk Bamus Suku Betawi 1982 yang dipimpin Zainudin alias Odin.

“Nilai hibah untuk Bamus dikembalikan seperti KUA-PPAS (kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara) APBD 2022.

Untuk Bamus Betawi Rp 3 miliar dan satu lagi Bamus Suku Betawi 1982 itu Rp 1,2 miliar,” kata Gembong pada Jumat (26/11/2021).

Gembong mengatakan, angka itu mengalami perubahan setelah Komisi A menggelar rapat berkali-kali dengan Kesbangpol DKI Jakarta.

Pada rapat sebelumnya, porsi hibah diberikan secara merata dengan masing-masing ormas Betawi mendapatkan bantuan Rp 2,1 miliar.

Setelah terjadi dinamika dalam rapat komisi, akhirnya diputuskan besaran dana hibah dikembalikan seperti dokumen KUA-PPAS untuk APBD 2022.

Baca juga: Gubernur Anies Baswedan dan Haji Lulung Mendapatkan Gelar Kehormatan Tokoh Betawi dari Bamus Betawi

Karena itu, Gembong meminta kepada dua ormas itu untuk tetap guyub dalam melestarikan kebudayaan Betawi.

“Secara fakta mereka memang ada dua, tetapi melalui dana hibah ini harapan kami Kesbangpol bisa menyatukan seluruh elemen Bamus demi memajukan kebudayaan Betawi,” imbuhnya.

Dia berharap, batalnya pembagian dana hibah secara merata ini dapat menghindari perpecahaan antar keduanya. Adapun organisasi Betawi ini memang sudah dualisme atau dua kepengurusan sejak beberapa tahun lalu.

“Ya harapan kita seperti itu (tidak pecah) dan Pemprov harus memposisikan diri sebagai orangtua asuh yang menyatukan semua elemen organisasi kebetawian,” katanya.

Kata dia, organisasi Betawi seperti Bamus memiliki berbagai macam tugas dan tanggung jawab. Namun yang utama adalah melestarikan kebudayaan Betawi, hingga bisa mendarah daging dari elemen anak-anak hingga orang dewasa.

“Melalui dana hibah kami minta kepada Kesbangpol untuk menyatukan organisasi yang saat ini terpecah. Tujuan utama itu agar apa? agar budaya Betawi menjadi tuan rumah di Ibu Kota ini,” jelasnya

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved