Breaking News:

Layanan SIAP QRIS

Bank Indonesia Mempermudah Masyarakat saat Belanja di Pasar Tradisional Lewat Layanan SIAP QRIS

Berbagai kemudahan terus diberikan oleh Bank Indonesia kepada masyarakat, salah satunya saat belanja di pasar tradisional lewat layanan SIAP QRIS.

Warta Kota/Fitriandi Fajar
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Onny Widjonarko usai peluncuran SIAP QRIS dan JakOne Abank milik Bank DKI di Pasar Santa, Jakarta Selatan pada Kamis (25/11/2021). 

“Kalau menggunakan QRIS non cash, semua transaksi tercatat. Kalau semua transaksi tercatat akan memudahkan bagi bank atau bagi lembaga keuangan untuk memberikan kredit, karena semua datanya tercatat. Sebelumnya, UMKM kalau minta kredit di bank diminta nomor rekeningnya,” imbuhnya.

Baca juga: Terkait Tim Cyber Army, Anies Baswedan Ingin Semua Berjalan Alami, tak Ingin Ada Buzzer yang Membela

“Sementara UMKM nggak punya rekening koran, nggak punya rekening giro, jadi kalau bapak itu menggunakan QRIS itu sama dengan memiliki rekening giro karena mutasinya, catatan penjualannya semua ke catat di dalam QRIS,” tambahnya.

Di Pasar Santa sendiri, dari 800 kios yang ada, tercatat hanya 600 kios yang aktif. Dari jumlah kios yang aktif, sudah ada 200 pedagang yang menggunakan SIAP QRIS.

“Di sini hampir satu pedagang rata-rata punya dua atau tiga kios. Kalau saya bilang, disini sudah 100 persen (gunakan QRIS),” ungkapnya.

Sementara untuk seluruh Jakarta sampai 23 November 2021, tercatat ada 2.550.964 merchant yang menggunakan QRIS. Jumlah ini merupakan 17 persen dari total merchant pengguna QRIS di seluruh Indonesia, yaitu sekitar 12 juta merchant.

Baca juga: Program TMMD, Rute Gerilya Jenderal Besar Soedirman di Kediri Diperbaiki

Adanya SIAP QRIS ini, menurut Onny, membantu Pemprov DKI mewujudkan Jakarta Smart City 4.0. Karena memberikan peluang bagi UMKM memasuki lima akses penting dalam dunia ekonomi, yaitu akses keuangan, produksi, pasar, pembayaran dan logistik.

“UMKM yang terkoneksi dengan ekosistem digital biasanya omzetnya meningkat antara 30-70 persen. Jadi semuanya yang dilakukan murni untuk memfasilitasi UMKM agar mereka bisa lebih Makmur, sejahtera dan mereka naik kelas,” katanya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved