Breaking News:

Berita Depok

Wartawan Gadungan di Depok Diciduk usai Peras Warga, Tuding Korban Berselingkuh dan Ancam Viralkan

Pelaku yang menyambangi rumah korban langsung mencam dan meminta uang belasan juta rupiah kepada korban.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Feryanto Hadi
Criminal Laws
Ilustrasi pemerasan 

WARTAKOTALIVE.COM, CIMANGGIS - Tiga orang yang mengaku wartawan diamankan Unit Reskrim Polsek Beji, Kota Depok, setelah memeras seorang warga Kecamatan Tapos.

Kepala Polsek Cimanggis Kompol Ibrahum Sadjab mengatakan bahwa ketiga wartawan gadungan itu berinisial MB (39), AJP (38) dan SA (29).

Pemerasan yang dilakukan ketiganya berawal ketika korban FI (56) dituduh berselingkuh, dan mengancam akan memviralkan perselingkuhan yang dilakukan korban ke media.

Baca juga: Bocah Laki-laki di Cilincing yang Lahir Tanpa Penis dan Punya 11 Jari Tangan Jadi Bahan Ejekan

Baca juga: Viral di Media Sosial, Pelaku Pemerasan TKW di Wisma Atlet Pademangan Ditangkap, Terancam 9 Tahun

Ancaman tersebut pun berbuntut permintaan sejumlah uang kepada korban untuk tutup mulut.

"Mereka melakukan tindak pidana pemerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368 KUHP," papar Ibrahim saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/11/2021).

Kejadian tersebut berlangsung ketika korban tiba di rumahnya yang terletak di Kampung Banjaran Pucung, RT 01/07, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Senin (22/11/2021) sekira pukul 17.45 WIB.

Pelaku yang menyambangi rumah korban langsung mencam dan meminta uang belasan juta rupiah kepada korban.

"Tiba-tiba datang 3 pelaku kemudian mengancam korban akan memviralkan perselingkuhannya dan meminta sejumlah uang sebesar Rp15 juta," tutur Ibrahim.

Baca juga: Walau Terbit Surat Pencabutan Rekomendasi dari Mohammad Idris, Mukota Kadin Depok Tetap Digelar

Korban yang takut dengan ancaman para pelaku, akhirnya menuruti permintaan tersebut dan memberikan uang via transfer ke salah satu rekening pelaku sejumlah Rp 10 juta.

Merasa apa yang diinginkannya belum terlaksana secara penuh, pelaku masih terus melakukan ancaman kepada korban dengan meminta segera sisa uang Rp 5 juga sesuai keinginan pelaku.

"Kemudian korban memgajak pelaku ke ATM di Indomaret. Tapi karena sudah limit, korban tidak bisa mengambil uang di ATM. Tidak lama, pelaku ditangkap oleh warga," akunya.

Baca juga: KRONOLOGI Demo Ricuh Ormas PP di Gedung DPR, Massa Mengamuk saat Dicegah Masuk Pagar

Warga pun lantas membawa para pelaku ke Polsek Cimanggis guna dilakukan tindakan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa kartu tanda pengenal pers dan uang tunai sebesar Rp 10 juta, 3 unit handphone, 1 unit mobil Honda Mobilio dan kartu ATM BCA.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved