Breaking News:

Berita Video

VIDEO Buruh Tuntut UMK Naik 7,2 Persen, Wakil Bupati Bogor Sebut Tidak Bisa Intervensi

"Kita tidak bisa intervensi karena itu triparti. Kita hanya bisa memediasi antara pekerja dan pengusaha," kata Iwan, Kamis (25/11/2021).

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Buruh Kabupaten Bogor menuntut kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) 2022 sebesar 7,2 persen dari UMK 2021 sebesar Rp 4,2 juta.

Usulan ini tidak disepakati pengusaha, buruh dan pemda dalam rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) pada Selasa (23/11/2021) sehingga UMK Kabupaten Bogor 2022 terancam tidak naik.

Para buruh mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Bogor hingga aspirasinya tercapai.

Terkait hal itu, Wakil Bupati Bogor mengatakan pihaknya tidak bisa mengintervensi keputusan DPK.

"Kita tidak bisa intervensi karena itu triparti. Kita hanya bisa memediasi antara pekerja dan pengusaha," kata Iwan, Kamis (25/11/2021).

Meskipun demikian Pemkab Bogor akan membuat surat rekomendasi ke Gubernur Jawa Barat tentang UMK 2022 di Kabupaten Bogor.

"Walaupun tidak naik, kita akan buat surat rekomendasi bahwa UMK 2022 di Kabupaten Bogor sekian," ungkapnya.

Iwan mengaku sudah audiensi dengan perwakilan dari beberapa organisasi buruh terkait hal ini.

"Mereka paham bahwa situasi ekonomi di Kabupaten Bogor belum membaik. Tetapi mereka butuh surat rekomendasi itu," papar politisi Gerindra ini.

Dia menambahkan upah di Kabupaten Bogor sebenarnya sudah cukup bagua dibanding beberapa daerah lainnya di Indonesia.

"Upah buruh kita sudah cukup bagus. Kita tidak bisa intervensi untuk menaikkan upah karena akan berdampak pada kenyamanan investor," jelas Iwan.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor ini tidak khawatir investor akan pindah ke daerah lain karena tuntutan buruh ini.
"Kalau sampai ke situ tidak karena tidak mudah juga pindahkan usaha ke tempat lain," pungkas Iwan.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved