Breaking News:

Tinjau Unjuk Rasa Buruh di Patung Kuda, Dirlantas Polda Metro Jaya: Ada Rekayasa Lalu Lintas

Ditlantas Polda Metro Jaya mempertimbangkan rekayasa lalu lintas di sekitar Patung Arjuna Wiwaha karena ada aksi unjuk rasa buruh.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Max Agung Pribadi
warta kota/miftahulmunir
Buruh sedang demo di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2021). Mereka menuntut kenaikan upah. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo meninjau Patung Kuda, Monas Gambir, Jakarta Pusat saat unjuk rasa buruh pada Kamis (25/11/2021).

Sambodo menjelaskan, massa buruh akan menyampaikan aspirasinya terkait upah tahun 2022 dan penolakan UU Omnibuslaw.

"Kemudian diperkirakan jumlannya cukup banyak di Patung Kuda ini," ujar dia.

Baca juga: Tolak Penetapan Upah Pakai PP Nomor 36 Tahun 2021, Buruh KSPSI Gelar Unjuk Rasa Besok di Patung Kuda

Selain di Patung Kuda, penyampaian pendapat atau demo juga ada di depan Gedung DPR RI.

Namun demo di DPR/MPR untuk menuntut sikap dari salah satu tokoh polisi terkait Ormas.

"Untuk kedua titik tersebut sudah kita siapkan situasai maupun rekayasa lalu lintas, namun tetap sifatnya situasional," kata Sambodo.

Sambodo melanjutkan, di patung kuda, massa buruh akan dihalau oleh barikade kepolisian yang disiagakan.

Sebab, pihaknya menghalau agar massa aksi tidak mendekat ke Istana Negara ataupun Mahkamah Agung.

Baca juga: Kecewa dengan Usulan Kenaikan UMK Sebesar 0,71 %, Besok Ribuan Buruh Bekasi Bakal Gelar Unjuk Rasa

"Kalau jumlahnya cukup banyak dan menutup area di Bundaran Patung Kuda ini, maka kedepannya nanti akan kita laksanakan rekayasa lalintas sejak dari Kebon Sirih," jelas dia.

Sebelumnya, Aparat Kepolisian sudah menyiapkan sekira 2.645 personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa buruh di Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat pada Kamis (25/11/2021).

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Sam Suharto mengatakan, pihaknya bakal fokus melakukan pengamanan.

Baca juga: Upah Minimum 2022 Cuma Naik 1,09 Persen, KSPSI Ancam Gelar Aksi Unjuk Rasa Nasional

"Ada 2.645 personil TNI, Polri dan Pemda," ujar dia.

Sam mengaku, pihaknya bakal memberikan pengamanan secara Humanis dan mengimbau tetap patuhi protokol kesehatan.

Sebab, saat ini Jakarta masih dihantui dengan pandemi Covid-19 dan ancaman gelombang ketiga virus mematikan tersebut.

"Kami juga bakal imbau buruh menggunakan masker, tetap jaga jarak dan menjaga kebersihan selama jalannya aksi," jelas dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved