Breaking News:

Nirina Zubir Penyekapan

Soal Dugaan Penyekapan yang Dilakukan Nirina Zubir, Kuasa Hukum Riri Khasmita Beberkan Kronologinya

Kuasa hukum Riri Khasmita, eks ART Nirina Zubir, mengungkapkan fakta dan kronologi di balik kasus sertifikat tanah palsu milik orang tua Nirina.

Penulis: Bayu Indra Permana | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Nirina Zubir saat ikut dalam jumpa pers saat polisi menghadirkan tiga tersangka kasus penggelapan aset orang tuanya di Polda Metro Jaya, Kamis (18/11/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Riri Khasmita, mantan ART ibunda Nirina Zubir membuat laporan balik terkait dugaan tindak penyekapan yang dilakukan Nirina bersama saudara-saudaranya.

Syakhruddin selaku kuasa hukum dari Riri menjelaskan kronologi kliennya merasa mengalami penyekapan.

Baca juga: Warga Depok Bersiap Diri, Uji Coba Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai 4 Desember 2021

Hal itu terjadi ketika Nirina dan saudara-saudaranya menginterogasi Riri bersama suaminya, Edrianto terkait dugaan penggelapan aset tanah.

Riri merasa selama setahun kebebasannya direnggut karena tak diizinkan keluar rumah, hanya boleh bergantian dengan suaminya.

"Seputar penyekapan ya selama setahun ini tuh, klien kami tidak diizinkan keluar rumah. Jadi diizinkan itu hanya boleh satu, suami atau istri," ujar Syakhruddin di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: PSSI Tambah Dua Wasit di Pertandingan untuk Optimalkan Kinerja Wasit dan Hindari Praktik Curang

"Sementara klien kami itu ditagih uang pembayaran oleh sertifikat yang telah diceritakan oleh saudara Nirina ya. Jadi atas dasar itulah klien kami melapor karena kebebesan kalien kami itu di halang-halangi," ujar Syakhruddin.

Syakhruddin menjelaskan bahwa saat dugaan penyekapan itu terjadi, Riri dijaga ketat oleh satpam 24 jam full di rumah kos-kosannya.

"Jadi di depan itu dijaga ketat security 24 jam jadi tidak boleh keluar, pager digembok. Bahkan untuk izin sakit pun tidak diizinkan, kalau pun mau keluar itu pertukarannya dengan anaknya," lanjut Syakhruddin.

Baca juga: Gembong Warsono Menentang Anies Lewat Penolakan Alokasi Anggaran untuk TGUPP

Pihak Nirina pernah memberikan klarifikasi soal tudingan penyekapan, saat itu Nirina mengatakan bahwa adanya satpam untuk menjaga aset rumah.

"Ya menjaga aset cuma satu orang yang tinggal, jadi sangat tidak relevan lah ya. Kalaupun jaga aset kenapa orang dihalangi keluar," tutur Syakhruddin.

"Tidak ada alasan penahanan seseorang kecuali penyidik," tegasnya.

Pihak Riri Khasmita melaporkan kakak Nirina yang bernama Fadhlan dalam dugaan tindak ke penyekapan ke Polda Metro Jaya yang kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Baca juga: Napak Tilas Makam Pangeran Jayakarta: Bicara Sejarah, Folklor, dan Rasanya Jadi Keturunan Bangsawan

Fadhlan dilaporkan Riri karena yang melaporkan Riri bersama suami dan tiga orang notaris adalah Fadhlan.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved