Breaking News:

UU Cipta Kerja

MK Menegaskan Bahwa UU Cipta Kerja Masih Berlaku Sampai Dilakukannya Perbaikan Selama Dua Tahun

Mahkamah Konstitusi tegaskan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tetap berlaku sampai dilakukan perbaikan dalam waktu dua tahun.

Editor: Sigit Nugroho
dok. Humas Pemprov Jateng
Ribuan buruh menggelar aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di depan kantor Gubernur Jateng, Senin (12/10/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi tegaskan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tetap berlaku sampai dilakukan perbaikan dalam jangka waktu dua tahun.

"Menyatakan Undang-undang Cipta Kerja masih tetap berlaku sampai dengan dilakukan perbaikan pembentukan sesuai dengan tenggang waktu sebagaimana yang telah ditentukan dalam putusan ini," kata Ketua MK Anwar Usman dalam Sidang Pembacaan Putusan yang disiarkan secara daring, Kamis (25/11/2021).

Hal itu berkaitan dengan putusan MK yang menyatakan UU Cipta Kerja inkostitusional secara bersyarat.

Baca juga: Said Iqbal Menilai Penolakan Mahkamah Konstitusi Jadi Bukti Bahwa Omnibuslaw Cacat Secara Prosedural

Baca juga: Andi Ghani Menangis karena tak Menyangka Mahkamah Konstitusi Menolak Omnibuslaw

Baca juga: Rangkuman Lengkap Soal CPNS Tentang Mahkamah Agung, DPR, Mahkamah Konstitusi, dan Presiden

MK menilai dalam pertimbangannya metode penggabungan atau omnibus law dalam UU Cipta Kerja tidak jelas apakah metode tersebut merupakan pembuataan UU baru atau melakukan revisi.

Dalam pembentukannya, Mahkamah Konstitusi juga menilai, UU Cipta Kerja tidak memegang asas keterbukaan kepada publik.

BERITA VIDEO: Prabowo Sandi Resmi Layangkan Gugatan Sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi

"Terlebih lagi naskah akademik dan rancangan UU Cipta Kerja tidak dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat, padahal berdasarkan pasal 96 ayat 4 UU 19 tahun 2011, akses terhadap UU diharuskan untuk memudahkan masyarakat memberikan masukan secara lisan atau tertulis," kata Hakim Mahkamah

Mahkamah menyatakan, UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat selama tidak dilakukan perbaikan dalam jangka waktu dua tahun setelah putusan dibacakan.

Apabila dalam jangka waktu dua tahun tidak dilakukan perbaikan, UU Cipta Kerja otomatis dinyatakan inkostitusional bersyarat secara permanen.

Dalam putusan ini, empat hakim MK menyatakan dissenting opinion.

Keempatnya yaitu Anwar Usman, Daniel Yusmic, Arief Hidayat, dan Manahan M.P Sitompul.

Putusan MK ini merujuk pada uji formil yang diajukan oleh lima penggugat terdiri dari seorang karyawan swasta bernama Hakiimi Irawan Bangkid Pamungkas, seorang pelajar bernama Novita Widyana, serta tiga orang mahasiswa, yakni Elin Diah Sulistiyowati, Alin Septiana, dan Ali Sujito. Adapun uji formil tersebut tercatat di nomor gugatan 91/PUU-XVIII/2020.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved