Breaking News:

Formula E

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi Minta Presiden Jokowi Tidak Dibawa-bawa Dalam Formula E

Presiden Jokowi disebut-sebut akan menyiapkan opsi tempat yang bakal dijadikan venue balapan Formula E yang digelar Pemprov DKI Jakarta.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Sigit Nugroho
Istimewa
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut-sebut akan menyiapkan opsi tempat yang bakal dijadikan venue balapan Formula E yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada 2022.

Terkait hal itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, meminta kepada panitia Formula E untuk tidak mendompleng nama Presiden Joko Widodo dalam ajang balap mobil listrik yang akan diselenggarakan pada Juni 2022 tersebut.

"Makin ngawur ini. Saya minta tidak perlu membawa nama Presiden (Jokowi)," kata Prasetyo berdasarkan keterangannya pada Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Soal Lokasi Sirkuit Formula E Presiden Jokowi yang Putuskan, Bamsoet: Monas dan GBK Saya Larang

Baca juga: Presiden Joko Widodo Sebut Investasi Jadi Jangkar dalam Pemulihan Ekonomi Setelah Diterpa Covid-19

Baca juga: Gembong Sebut Anies Salah Pandang Soal Formula E, Saat Ini Kondisi Tidak Normal Akibat Covid-19

Prasetyo menilai bahwa upaya tersebut tidak dapat dibenarkan, apalagi saat ini pelaksanaan Formula E di Jakarta tengah diantau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Prasetyo menekankan, dirinya tetap mendukung KPK melakukan penyelidikan penyelenggaraan Formula E 2022 di Jakarta.

Politikus PDI Perjuangan ini meyakini KPK pasti telah memiliki bukti permulaan yang kuat, sehingga laporan terkait Formula E dapat diproses lebih dalam.

BERITA VIDEO: DKI Optimistis Presiden Dukung Formula E Juni 2022

Pasalnya, sudah Rp 560 miliar uang rakyat yang sudah disetorkan ini dan BPK juga sudah menyatakan itu dapat menjadi temuan.

“Jadi, saya kira harus objektif lah dalam persoalan ini,” ujar Prasetyo.

Upaya lembaga penegak hukum, dikatakan Pras, telah sejalan dengan maksud dari usulan hak interpelasi yang diajukan oleh 33 anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan dan PSI.

“Dengan proses penyelidikan yang masih terus didalami KPK terhadap penyelenggaraan Formula E ini menguatkan bahwa niat kami di DPRD menggulirkan hak interpelasi sungguh-sungguh untuk kepentingan publik. Bukan kepentingan politik,” jelas Prasetyo.

Seperti diketahui, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo alias Bamsoet telah mengingatkan Formula E Operations (FEO) selaku pemegang lisensi agar tidak memilih kawasan Monas dan Gelora Bung Karno (GBK) sebagai lintasan balap Formula E karena berada pada area terbatas atau ring utama.

Lalu, IMI menyarankan FEO untuk melakukan kajian venue dari lima opsi yang ditawarkan, yaitu Jalan Sudirman-Thamrin; Pantai Indah Kapuk (PIK) Penjaringan, Jakarta Utara; Jakarta International Stadium (JIS) Tanjung Priok, Jakarta Utara; JIEXPO Kemayoran Jakarta Pusat dan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

“Kami hanya bisa menyampaikan lima opsi lintasan, selanjutnya untuk menentukan lokasi kami serahkan kepada Bapak Presiden,” papar Prasetyo.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved