Breaking News:

Dilarang Jual Minyak Goreng Curah, Pedagang Pasar dan Penjual Gorengan di Cibubur Menjerit

Pedagang pasar maupun penjual gorengan di Pasar Cibubur, Jakarta Timur tidak setuju keputusan pemerintah yang melarang penjualan minyak goreng curah.

Warkotalive.com/Nur Ichsan
Pekerja toko menata minyak goreng kemasan. Beberapa waktu ini harga minyak goreng naik 

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Pedagang pasar maupun penjual gorengan di Pasar Cibubur, Jakarta Timur tidak setuju keputusan pemerintah yang melarang penjualan minyak goreng curah mulai 1 Januari 2022 mendatang. 

Seorang pedagang minyak goreng curah, Sony (45) mengatakan dirinya tidak setuju dengan adanya kebijakan tersebut karena hingga kini minyak goreng curah masih dibutuhkan warga.

"Masyarakat kecil seperti pedagang gorengan dan lainnya masih membutuhkan harga yang murah. Sementara harga minyak kemasan naik," kata Sony, Kamis (25/11/2021). 

Baca juga: Harga Minyak Goreng Curah Melambung Tinggi, Omzet Penjual Gorengan di Bogor Anjlok 30 Persen

Sony beralasan bahwa saat ini pemerintah belum bisa menurunkan harga minyak goreng kemasan yang sudah melonjak dalam satu bulan terakhir. 

Harga minyak goreng curah melonjak dari Rp 15 ribu per kilogram menjadi Rp 20 ribu, sementara kemasan dari Rp 15 ribu menjadi Rp 23 ribu per kilogram. 

“Sebelum (minyak goreng curah) dilarang saja, warga dan pedagang sudah susah. Apalagi kalau dilarang nanti,” sambungnya. 

Baca juga: Harga Minyak Goreng Curah Melambung Tinggi, Omzet Penjual Gorengan di Bogor Anjlok 30 Persen

Dengan penjualan minyak goreng curah yang dilarang maka masyarakat kesulitan membeli minyak goreng dan tidak punya pilihan membeli barang yang lebih murah.

Pemerintah pun diharapkan mempertimbangkan kebijakan larangan minyak goreng curah. Apalagi harga minyak goreng kemasan juga belakangan mengalami lonjakan signifikan.  

"Selisih harga minyak goreng curah dan kemasan ini buat warga kecil terasa besar. Selama saya dagang, ini kenaikan harga minyak goreng paling parah," ujarnya.

"lebih dari Rp 20 ribu per kilogram. Dulu pas lebaran saja harganya paling tinggi hanya Rp 16 ribu per kilogram," tuturnya.

Baca juga: Kian Melambung Tinggi, Pemprov DKI Dalami Pemicu Naiknya Harga Minyak Goreng di Ibu Kota

Sementara penjual gorengan, Misna (50) juga mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng kemasan yang saat ini masih melonjak tinggi. Alhasil keuntungannya pun menurun drastis.  

"Kalau harga gorengan enggak naik. Tapi keuntungan berkurang sekitar 20 persen. 

Menurutnya, sudah satu bulan terakhir minyak goreng kemasan melonjak akibat masyarakat banyak yang beralih dari minyak goreng curah setelah mengalami kelangkaan di pasaran. 

“Harapannya ya kalau minyak goreng curah enggak ada lagi yang kemasan harganya murah," ungkap Misna. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved