Breaking News:

Berita Jakarta

Akui Pernah Sepakat dengan Anies, Politisi PDIP : Dalam Kondisi Normal, Belum Ada Covid-19

Akui Pernah Sepakat dengan Anies, Politisi PDIP : Dalam Kondisi Normal, Belum Ada Covid-19. Berikut Selengkapnya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono di Gedung DPRD DKI Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal Formula E.

Anies heran rencana Formula E pada Juni 2022 mendatang justru diinterpelasi PDI Perjuangan dan PSI, padahal sudah disepakati bersama melalui Perda APBD Perubahan 2019 dan 2020.

“Dia (Anies) yang salah cara pandangnya, bahwa dulu yang kami setujui dalam kondisi normal, belum ada Covid-19,” ujar Gembong pada Rabu (24/11/2021).

Menurut Gembong, Pemerintah DKI dan DPRD DKI langsung mengkaji ulang rencana kegiatan hingga merefocusing anggaran ketika ada pandemi Covid-19.

Dia juga meragukan, ajang balap yang digelar dalam kondisi Covid-19 dapat menguntungkan warga Ibu Kota.

Apalagi studi kelayakan yang disampaikan perseroan daerah PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terkait Formula E dibuat jauh sebelum adanya pandemi.

Karena itu, studi kelayakan harus diperbarui tentunya dalam kondisi Covid-19 sebagai upaya langkah mitigasi penyebaran virus.

“Jadi jangan berdalih, ini kan sudah diputuskan. Iya betul saya sepakat sudah diputuskan, karena saya ikut memutuskan walaupun sejak awal saya sudah nggak setuju tapi keputusan bersama dan saya hormati keputusan itu,” kata Gembong.

Baca juga: Jawab Tudingan Giring Soal Formula E, Anies: Saya Dapat Amanat Urusin Jakarta, Bukan Buzzer

Baca juga: Jawab Pertanyaan Deddy Corbuzier Soal Utang Rp180 Miliar untuk Formula E, Anies: Itu Praktik Normal

Dia mengingatkan, virus Covid-19 tidak hanya menyerang Indonesia saja, tapi seluruh negara di dunia juga diserang virus tersebut. Karena itu, dia memprediksi ajang balap ini justru akan menimbulkan kerugian karena negara dari para peserta balap juga dilanda Covid-19.

“Misalkan orang Amerika dan German mau datang ke Indonesia kan takut maka potensi kerugiannya gimna ini, karena yang digunakan ini duit rakyat,” ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved