Fatia Maulidiyanti Diperiksa

Koordinator Kontras Fatia Datang ke Polda untuk Diperiksa Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Luhut

Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti penuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk diperiksa pada Selasa (23/11/2021).

Penulis: Desy Selviany | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota
Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti penuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk diperiksa pada Selasa (23/11/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti bakal memberikan klarifikasi terkait laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan.

Fatia akan memberikan klarifikasinya saat dipanggil Polda Metro Jaya.

Dia memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk diperiksa pada Selasa (23/11/2021).

Fatia tiba di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan pukul 10.35 WIB dengan memakai kaus putih dan outer batik.

Baca juga: Fatia Maulidianti Hari Ini Diperiksa Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik Menko Luhut Panjaitan

Baca juga: Terkait Pencemaran Nama Baik Luhut, Haris Azhar Diperiksa Polisi Hari Ini, Fatia Maulidianti Besok

Baca juga: Tidak Ada Titik Temu dengan Luhut, Fatia Minta Polisi Serahkan Mediasi kepada Komnas HAM

Rencananya, Fatia akan memberikan klarifikasi terkait laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan Luhut akhir September 2021.

Saat tiba di Gedung Direskrimum Polda Metro Jaya, Fatia tak berkomentar banyak.

"Nanti ya, saya ke atas dulu. Kalau sudah selesai klarifikasi baru (wawancara)," janjinya kepada awak media yang mengejarnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar sudah lebih dulu menyerahkan klarifikasi kepada penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya pada Senin (22/11/2021).

BERITA VIDEO: Laporkan Haris Azhar, Luhut Segera Diperiksa Polisi

Dalam klarifikasi itu, Haris menjelaskan konten youtube berjudul "Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!".

Di situ, Haris menjelaskan bahwa tak ada niatnya mencemarkan nama baik seseorang.

Melainkan konten Youtube itu dipergunakan untuk mengawasi kepentingan publik salah satunya terkait permasalahan konflik di Papua yang erat kaitannya dengan kepentingan bisnis dan ekonomi.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved