Breaking News:

Kriminalitas

Disoroti Kemensos, Korban Pencabulan Kakek Penjualan Mainan di Penjaringan Jalani Pendampingan

Kasus Pencabulan 8 Bocah yang Dilakukan Kakek Penjualan Mainan Disoroti Kemensos, Anak-anak Korban Cabul jalani Pendampingan dan Trauma Healing

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dwi Rizki
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK - Anak-anak korban pencabulan yang dilakukan oleh Y (60), kakek penjual mainan di Penjaringan, Jakarta Utara mendapat penanganan rehabilitasi dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Pendamping Rehabilitasi Sosial Kemensos, Sri Rumpoko mengatakan petugas mendatangi rumah-rumah korban pencabulan untuk dapat pendampingan hingga tahap trauma healing.

"Kami saat ini sudah memberikan pendampingan kepada anak-anak korban, tadi kami sudah bertemu anak korban dan juga sudah bertemu dengan keluarganya juga," kata Sri di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (23/11/2021).

Sri menceritakan pendampingan dari Kemensos memasuki tahap asesmen.

Hanya pendamping masih berupaya menggali lebih dalam dari para korban untuk menentukan penanganannya.

"Kami belum sampai tahap trauma healing, tapi kami akan lebih memperdalami, asesmen lebih mendalam kepada anak korban," kata Sri.

Nantinya langkah serupa juga akan dilakukan secara intens supaya penanganan terhadapa anak-anak korban pencabulan berjalan lancar.

"Rencana ke depannya kami akan berkunjung kepada anak-anak korban lebih intens lagi kepada keluarga korban juga," tuturnya.

Baca juga: Akui Cabuli Delapan Bocah, Kakek Penjual Mainan Sebut Perlakuannya Merupakan Bentuk Kasih Sayang

Baca juga: Kakek Penjual Mainan yang Cabuli Bocah di Penjaringan, Berprofesi Sebagai Nelayan

Sebelumnya pelaku ditangkap di rumahnya tanpa ada perlawanan pada Sabtu (20/11/2021) kemarin setelah para korban melaporkan perbuatannya ke aparat kepolisian.

Adapun saat ini pelaku masih menjalani proses pemeriksaan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu sejumlah mainan yang dijual pelaku, telah disita sebagai barang bukti. 

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 76e juncto Pasal 82 ayat 1 UU Tentang Perlindungan Anak Tahun 2014 dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun penjara. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved