Breaking News:

Kriminalitas

Alasan Ingin Meredam Antusiasme Warga, Seluruh Pledoi Terdakwa Kasus Babi Ngepet Ditolak JPU

Alasan Ingin Meredam Antusiasme Warga, Seluruh Pledoi Terdakwa Kasus Babi Ngepet Ditolak JPU. Berikut Selengkapnya

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dwi Rizki
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Tersangka kasus hoax babi ngepet Adam Ibrahim ketika menjalani pemeriksaan oleh Jaksa Penyidik di Kejaksaan Negeri Depok, Cilodong, Kamis (26/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CILODONG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok menyatakan tidak sependapat dengan nota pembelaan atau pledoi yang disampaikan oleh penasehat hukum terdakwa.

Hal itu dibacakan JPU dalam persidangan kasus kasus penyebaran berita bohong atau hoax tentang babi ngepet dengan terdakwa Adam Ibrahim alias Adam di Pengadilan Negeri (PN) Depok pada Selasa (23/11/2021).

Pledoi tersebut diajukan terdakwa melalui penasehat hukum, yang terdiri dari 23 halaman dalam sidang yang menggagendakan replik atau jawaban JPU atas pledoi terdakwa.

"Kami sampaikan secara tegas bahwa jaksa tetap pada surat tuntutan kami terdahulu dan memohon kepada majelis agar tanggapan ini menjadi satu kesatuan dengan surat tuntutan tersebut," tutur JPU Alfa Dera dalam fakta persidangan di PN Depok, Komplek Perkantoran Kota Kembang, Cilodong, Depok, Selasa (23/11/2021).

Ada empat poin yang disampaikan JPU terkait replik, salah satunya menjawab ucapan terdakwa yang disampaikan penasehat hukum bahwa kisah terdakwa dapat diteladani bahwa berbohong untuk kebaikan itu diperbolehkan.

JPU Alfa Dera meminta terdakwa dan penasehat hukum dalam memahami kisah tersebut lebih dulu didasari landasan ilmu agar tidak gagal paham.

"Sehingga menyadari perbuatan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, yang dilakukan oleh terdakwa Adam Ibrahim tentunya tidak dapat dikorelasikan dan jauh berbeda dengan kisah Nabi Ibrahim yang sedang bertauriyah," kata JPU Alfa Dera.

Poin kedua terkait Dakwaan dan Tuntutan serta poin ketiga tentang Fakta Persidangan, JPU menanggapinya dengan tetap pada surat tuntutannya terdahulu.

Baca juga: VIDEO : Tuntutan 3 Tahun Penjara untuk Terdakwa Kasus Babi Ngepet di Depok

Baca juga: Terdakwa Penyebar Berita Babi Ngepet Dituntut 3 Tahun Penjara, Predikat Ustadz Jadi Memberatkan

Sementara pada poin keempat perihal Analisa Hukum, JPU tetap pada dawaan pertamanya yakni melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Kami tetap pada surat tuntutan dan menolak seluruh pembelaan yang diajukan terdakwa, melalui penasehat hukum dengan dalil tuntutan kepada terdakwa yakni melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI No. 1 Tahun 1946, adalah telah tepat dan sesuai dengan fakta persidangan," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved