Breaking News:

Berita Jakarta

67 Kasus DBD Terjadi di Kecamatan Jatinegara, Separuh Lebih Ada di Kelurahan Cipinang Muara

Ada 67 Kasus DBD di Kecamatan Jatinegara, Separuh Lebih Ada di Kelurahan Cipinang Muara. Berikut Selengkapnya

Penulis: Muhamad Fajar Riyandanu | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Lurah Cipinang Muara, Ciptono saat ditemui di Kelurahan Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur pada Selasa (23/11/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Penanggungjawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Faiza Husna, menyebutkan ada 67 kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) di kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

"Kasus DBD di wilayah Jatinegara untuk tahun 2021 ini ada 67 kasus. Sejauh ini tidak ada kasus yang menyebabkan meninggal dunia," kata Husna pada Selasa (23/11/2021).

Lebih lanjut, kata Husna, Kelurahan Cipinang Muara menjadi kelurahan dengan kasus paling tinggi di Kecamatan Jatinegara.

"Kelurahan yang paling tinggi kasusnya ada di Cipinang Muara. Nah kasus ini kita dapatkan dari laporan warga kemudian juga dari Dinas Kesehatan," sambung Husna.

Menukil laporan DBD Wilayah Jakarta Timur, sampai 4 November 2021, sudah ditemukan 38 kasus DBD di Kelurahan Cipinang Muara.

Menanggapi adanya temuan sejumlah kasus DBD di wilayahnya, Lurah Cipinang Muara, Ciptono menyebutkan telah melakukan penanganan dengan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Baca juga: Tekan Kasus Demam Berdarah, Pemkot Jakarta Selatan Andalkan Para Ibu Jumantik Sambangi Rumah Warga

Baca juga: 3 Warga Meninggal Akibat Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Bekasi

"Dengan jumlah penduduk 60 ribu, dibagi 16 RW, Masing -masing RW di Kelurahan Cipinang Muara ada petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik)," kata Ciptono saat ditemui di kantornya pada Selasa (23/11/2021).

Adapun tugas Jumantik berupa edukasi, sosialisasi, himbauan dan ajakan kepada masyarakat untuk ikut bersama memberantas sarang nyamuk dengan upaya mengguyur, menguras, dan menutup genangan air.

"Selain memeriksa jentik-jentik di tiap rumah. Petugas juga mengajak warga-warga untuk mengurus sendiri, namanya self jumantik. Manakala sefl jumantik sudah menjadi kebiasaan, insyaallah tidak ada kasus DBD lagi," ujar Ciptono.

Ciptono mengatakan, petugas Jumantik melakukan pantauan ke rumah warga tiap hari Jumat, sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

Ia pun tak menampik, masih ada sejumlah kendala saat melakukan pantauan jentik di rumah warga. Kehadiran petugas Jumantik pernah ditolak oleh warga. "Ada juga warga yang gak mau diperiksa karena takut barang-barangnya hilang," jelasnya.

"Selain itu pas pandemi, untuk melakukan tugas pemeriksaan itu ada kendala, karena ada prokes. Dampaknya sangat berpengaruh," tambah Ciptono.

Pihak Kelurahan Cipinang Muara juga melakukan kolaborasi dengan Puskesmas Kecamatan Jatinegara untuk melaksanakan fogging.

"Ada juga yang melakukan fogging secara mandiri tapi tetap koordinasi dengan puskesmas untuk takaran obat dan minyaknya," pungkas Ciptono. (m29)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved