Senator Minta Jaksa Agung Hati-hati, Ancaman Ditembak Mati atau Diracun Mengintai

Menurut ART, hidup matinya manusia memang sepenuhnya di tangan Allah SWT. Seiring itu, ikhtiar tetap harus dilakukan.

Istimewa
Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha (ART) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin memerintahkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus untuk segera mengambil langkah-langkah strategis percepatan penuntasan penyelesaian dugaan perkara HAM berat.

"Maaf kata. Pernyataan Jaksa Agung itu bisa disebut sebagai pernyataan 'bodoh'. 'Bodoh' karena bisa dipastikan bahwa Jaksa Agung dan lembaga yang dipimpinnya, akan semakin gencar diserang oleh kalangan yang selama ini terganggu oleh kerja Jaksa ST Burhanuddin," kata Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI atau Senator, Abdul Rachman Thaha alias ART, kepada Wartakotalive.com, Senin (22/11/2021).

Baru-baru ini kata ART, dirinya melihat tekad Kejaksaan Agung untuk membongkar habis kasus korupsi ASABRI.

Keinginan Jaksa Agung dan jajarannya untuk menyalakan kembali harapan para prajurit TNI-POLRI tidak sepatutnya dihalang-halangi.

"Langkah pemulihan aset, yang sejauh ini telah mencapai hampir Rp 14 trilyun, harus terus dilangsungkan. Pihak yang coba-coba menganggu Kejaksaan Agung adalah sama artinya dengan secara tidak langsung berhadapan dengan institusi TNI dan POLRI," ujar ART.

"Saya berharap, para pengganggu itu juga disikat dengan sangkaan obstruction of justice. Menghalang-halangi kerja penegakan hukum," tambahnya.

Baca juga: Memiskinkan Tak Berikan Efek Jera Jadi Alasan Jaksa Agung Ingin Tuntut Hukuman Mati kepada Koruptor

Baca juga: Senator: Upaya Kejagung Sita Aset Tersangka Kasus Asabri Akan Dapat Perlawanan dan Serangan

Baca juga: Jokowi Test Drive Sirkuit Mandalika, Senator: Kalau Pakai Mobil Esemka Lebih Dahsyat

Begitu pula, menurut ART, beberapa waktu sebelumnya, puluhan DPO dalam kasus korupsi berhasil diringkus Kejaksaan Agung.

"Tambahan lagi, triliunan rupiah aset koruptor berhasil diamankan. Kejaksaan Agung justru menjadi episentrum masa kini dalam perang melawan korupsi," ujarnya.

Menurut ART ada tiga hal yang dirisaukannya. Yakni, pertama, ketidaksolidan dalam tubuh sistem peradilan pidana itu sendiri.

"Bagaimana agar ghirah Kejaksaan Agung bisa diimbangi oleh lembaga-lembaga lainnya, Presiden Jokowi harus kelola dengan sebaik-baiknya. Pada titik itu pula, kerisauan kedua saya. Diabaikannya 'arahan' Jokowi tentang penanganan para karyawan KPK yang tidak lolos TWK, adalah satu dari sekian banyak potret tentang  efektivitas Presiden dalam meng-orkestrasi lembaga penegakan hukum," papar ART.

Pada sisi lain, kata ART, memang, masih ada amanat UU yang belum terlihat tanda-tandanya akan direalisasikan Jaksa Agung dan para ponggawanya.

"Yakni, menuntut koruptor dengan hukuman mati. Juga memperlekas pelaksanaan eksekusi bagi para terpidana mati," katanya.

Anggota Komite I DPD RI, Abdul Rahman Thaha.
Anggota Komite I DPD RI, Abdul Rahman Thaha. (Dok. Setjen DPD RI)

Baca juga: Buruh Ancam Demo Besar-besaran dan Mogok Kerja Protes soal UMP, Kadin Was-was Situasi Tak Kondusif

Baca juga: Pemerintah Dinilai Kecolongan karena Farid Ahmad Okbah Pernah ke Istana, Mahfud MD: Serba Dituding

Baca juga: Dokumen yang Disita Densus 88 Tunjukkan Keterlibatan Tiga Tersangka Terorisme yang Diciduk di Bekasi

Begitu pula, tambah dia, seberapa jauh Kejaksaan Agung merasa terpanggil untuk menginvestigasi kebenaran berita tentang sejumlah elit yang berbisnis peralatan penanganan Covid 19.

"Sampailah saya pada kerisauan ketiga. Mungkin ini terlalu blak-blakan. Tapi saya tulus. Jaksa Agung perlu ekstra hati-hati dengan keselamatan dirinya. Belajar dari masa lalu, sudah ada tokoh penegak hukum yang ditembak orang tak dikenal. Juga, racun bukan sekali dua kali dipakai sebagai senjata untuk menghabisi orang-orang yang berintegritas," kata ART.

Menurut ART, hidup matinya manusia memang sepenuhnya di tangan Allah SWT. Seiring itu, ikhtiar tetap harus dilakukan.

"Termasuk, Jaksa Agung dan seluruh jajaran Korps Adhyaksa perlu berhati-hati dengan apa yang mereka makan dan minum," kata ART.(bum)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved