Breaking News:

Aksi Terorisme

Pemerintah Dinilai Kecolongan karena Farid Ahmad Okbah Pernah ke Istana, Mahfud MD: Serba Dituding

Dia mengatakan, saat pemerintah bertindak cepat, ada saja yang menyebut pemerintah sewenang-wenang.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menkopolhukam Mahfud MD meminta masyarakat percaya pada proses hukum, terkait penangkapan tersangka kasus terorisme. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pemerintah kerap dituding kecolongan, karena dianggap tidak melakukan pencegahan hingga ada ledakan bom, termasuk soal Farid Ahmad Okbah yang sebelumnya disebut pernah bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara.

Menanggapi hal itu, Menkopolhukam Mahfud MD meminta masyarakat percaya pada proses hukum.

"Yang penting begini, mari kita bekerja dengan baik, semuanya untuk menjaga keamanan baik negara ini, karena nanti jangan sampai mengatakan pemerintah kecolongan."

Baca juga: Covid-19 Makin Sulit Diprediksi, Pemerintah Diharapkan Punya Rencana Rinci Jika Kasus Naik Lagi

"Ini kan pemerintah serba dituding, juga ada bom meledak, katanya pemerintahnya bego sampai ada bom meledak di Makassar, di Surabaya," kata Mahfud dalam video di kanal YouTube Kemenkopolhukam, Sabtu (20/11/2021).

Dia mengatakan, saat pemerintah bertindak cepat, ada saja yang menyebut pemerintah sewenang-wenang.

"Mari proporsional saja. Jangan sampai Anda usul, kami diam, kemudian kita setuju, diamlah."

Baca juga: Ketua Satgas Covid-19 PB IDI: Vaksin Booster Aman Buat Usia Lanjut dan Memiliki Komorbid

"Ada usulnya Pak ini, lalu terjadi sesuatu, Anda bilang, 'saya kan hanya usul'," bebernya.

Dia mengatakan pemerintah bertindak antisipatif terhadap aksi-aksi terorisme.

Penangkapan seorang tersangka teroris, kata Mahfud, akan dibuktikan di persidangan.

Baca juga: Mahfud MD Pastikan Densus 88 Tak Asal Ciduk Tersangka Teroris Sebelum Ada Bukti Cukup Kuat

"Ndak boleh bilang begitu, negara ini harus antisipatif."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved