Breaking News:

Berita Nasional

Haris Azhar: Penguasa Republik Ini Sibuk Polisikan LSM Ketimbang Urus Konflik Papua

Aktivis Haris Azhar mengatakan, seharusnya pemerintah selesaikan permasalahan-permasalahan yang diungkapnya di Youtube bukan malah mempidanakannya.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Hertanto Soebijoto
Rangga Baskoro
Haris Azhar mengaku kecewa dengan penguasa yang sibuk mempolisikan orang ketimbang menyelesaikan konflik di Papua. Foto dok: Haris Azhar. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI -- Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar mengaku kecewa dengan penguasa yang sibuk mempolisikan orang ketimbang menyelesaikan konflik di Papua.

Haris mengatakan, kontennya berjudul 'Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!' terbukti benar apabila melihat situasi di Papua yang saat ini terus memanas.

Maka dari itu kata Haris, seharusnya pemerintah selesaikan permasalahan-permasalahan yang diungkapnya di Youtube bukan malah mempidanakannya.

Video: Haris Azhar Sebut Penguasa Sibuk Polisikan LSM Ketimbang Urus Konflik Papua

"Jadi daripada mempidanakan saya, lebih baik penguasa republik ini segera urus Papua, bagaimana agar damai enggak ada kekerasan dan korban," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (22/11/2021).

Haris mengatakan, konflik berkepanjangan di Papua bukan hanya merugikan warga Papua.

Melainkan juga menelan korban dari aparat Kepolisian dan TNI yang bertugas di wilayah tersebut.

Baca juga: Jika Kubu Luhut Tolak Mediasi, Kuasa Hukum Haris Azhar Minta Polisi Segera Hentikan Perkara

Baca juga: Haris Azhar Tak Masalah Mediasi dengan Luhut Gagal, Ancam Bongkar Dokumen Penting Biar Publik Tahu

Menurut Haris, konflik berkepanjangan di tanah Papua tak lepas dari korelasi bisnis kekerasan yang saat ini menggurita di wilayah tersebut.

"Terbukti apa yang kami bahas di Papua soal praktek bisnis kekerasan, toh saat ini situasi Papua semakin memburuk bahkan polisi pun jadi korban," jelasnya.

Namun kata Haris, bukannya menyelesaikan segala permasalahan tersebut, banyak pejabat malah dianggap sibuk mempidanakan orang.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved