Selasa, 28 April 2026

Lifestyle

Gadget Juga Bisa Bikin Keriput, Gunakan Skin Care yang tepat

Sinar biru atau blue light ternyata memiliki dampak dan bisa membahayakan bagi kulit jika sering terkena pancarannya

Editor: LilisSetyaningsih
istimewa
Paparan cahaya biru bisa bermasalah bagi orang yang memiliki kulit berwarna 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Penggunaan gadget sudah tidak bisa terelakan lagi.

Apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi, di mana aktivitas kantor dan sekolah masih belum normal dan masih menggunakan gadget.

Sehingga durasi penggunaan gadget semakin lama.

Kegiatan ini tentu juga memiliki banyak dampak buruk, bukan hanya untuk kesehatan mata, namun juga kesehatan kulit akibat paparan sinar radiasi. 

Baca juga: Kenali saat Kulit Unhappy, ini Tandanya

Baca juga: Lima Benda yang Harus Dibawa Di dalam Tas Ketika Bepergian Saat New Normal

Menurut Dewi Research and Development, PT. Kosmetika Global Indonesia, perangkat seperti laptop, telepon, tablet, TV, dan bahkan bola lampu LED yang memancarkan sinar biru merupakan hal yang biasa, namun memilik dampak yang buruk bagi kulit wajah jika terlalu lama.  

"Sinar biru atau blue light ternyata memiliki dampak dan bisa membahayakan bagi kulit jika sering terkena pancarannya. Paparan cahaya biru bahkan lebih bermasalah bagi orang yang memiliki kulit berwarna," ujarnya, Senin (22/11/2021).

Dalam sebuah studi 2010 yang diterbitkan dalam The Journal of Investigative Dermatology, hal ini terbukti menyebabkan hiperpigmentasi pada kulit warna sedang hingga gelap, sementara untuk kulit yang lebih terang relatif tidak terpengaruh.

Pengaruh buruk sinar blue light dapat merangsang produksi radikal bebas di kulit, yang dapat mempercepat munculnya penuaan.

Sinar biru atau blue light ternyata memiliki dampak dan bisa membahayakan bagi kulit jika sering terkena pancarannya
Sinar biru atau blue light ternyata memiliki dampak dan bisa membahayakan bagi kulit jika sering terkena pancarannya (istimewa)

Komunitas medis mengkategorikan warna kulit berdasarkan pada bagaimana ia bereaksi terhadap sinar UV.

 Tipe satu adalah warna paling terang dengan sensitivitas sinar UV. 

Kulit tipe dua terkena sinar biru tetapi tidak mengalami pigmentasi.

Sedangkan kulit berwarna akan menggelap, dan kegelapan itu bertahan selama beberapa minggu. Sinar biru dapat merusak DNA.

Baca juga: Cegah Koinfeksi Penyakit Flu dan Covid-19 dengan Lakukan Vaksinasi

Brand kecantikan Skintheory menghadirkan perawatan wajah dengan kandungan salmon DNA sebanyak 3 persen dalam 1 botol.

Skintheory juga memiliki produk 2 in 1 suncream yang sudah di lengkapi double protection. 

Pertama suncream skintheory hadir dengan SPF 50++ yang sangat membantu melindungi dari paparan sinar UV A dan UV B.

Suncream skintheory juga di lengkapi dengan Screen Light Block atau Anti Blue Lighy yang sudah teruji secara dermatology tested.

Dengan perpaduan anti blue light dan salmon DNA yang terdapat pada suncream skintheory product ini sudah sangat membantu kita mengatasi permasalahan dampak buruk dari paparan sinar blue light. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved