Breaking News:

Berita Regional

Fakta-fakta Siswa SD Penganut Saksi Yehuwa Tak Naik Kelas 3 Tahun Berturut-turut, KPAI Turun Tangan

Siswa beragama Saksi Yehuwa yang tidak naik kelas selama tiga tahun berturut-turut karena permasalahan nilai agama di rapor

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Feryanto Hadi
Dok. Humas Kemendikbud
komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --Sedang hangat diperbincangkan publik mengenai tiga siswa sekolah dasar di Tarakan, Kalimantan Utara yang tidak naik kelas selama tiga tahun berturut-turut karena menganut aliran kepercayaan yang berbeda.

Ketiga anak tersebut diketahui penganut Saksi Yehuwa.

Hal ini dijelaskan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Minggu (21/11/2021).

Ia mengungkapkan, telah terjadi dugaan kasus intolensi pada kasus tersebut.

"Karena faktanya banyak terjadi, diantaranya adalah dugaan kuat kasus intoleransi di salah satu SDN di kota Tarakan, Kalimantan Utara," kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Minggu (21/11/2021).

Berikut fakta-fakta yang dirangkum Wartakotalive.com:

1. Tak mendapatkan pelajaran agama

Retno menjelaskan ada 3 kakak beradik yang beragama Saksi Yehuwa yang tidak naik kelas selama 3 (tiga) tahun berturut-turut karena permasalahan nilai agama di rapor.   

Ketiganya bersekolah di SDN 051 Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Ketiga kakak beradik tersebut bernama M (14 tahun) kelas 5 SD; Y(13  tahun) kelas 4 SD; dan YT (11 tahun) kelas 2 SD.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved