Breaking News:

Kisah Inspiratif

Sepenggal Kisah Rizki Hidayat, Anggota PPSU yang Meraih Gelar S1 dengan Predikat Cumlaude

Sepenggal Kisah Rizki Hidayat, Anggota PPSU yang Meraih Gelar S1 dengan Predikat Cumlaude

Penulis: Muhamad Fajar Riyandanu | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Muhammad Rizki Hidayat, anggota PPSU yang telah menyelesaikan studi S1 dengan predikat Cumlaude 

WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Muhammad Rizki Hidayat, anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur resmi menyandang gelar sarjana komputer dengan predikat Cumlaude.

Pria kelahiran 20 Oktober 1996 ini meraih gelar S-1 dengan predikat cumlaude IPK 3,52 pada jurusan Teknik Informatika di Universitas Nusa Mandiri.

Adapun Rizki sudah menjadi anggota PPSU selama 6 tahun, terhitung sejak tahun 2015. Rizki pun menceritakan, sebelum menjadi anggota PPSU, ia harus tinggal di panti asuhan karena keterbatasan ekonomi.

"Saya SD di panti asuhan di Klender (Duren Sawit), SMP di panti asuhan Ceger (Cipayung)," kata Rizki saat ditemui di Kantor Kelurahan Cipinang Muara pada Sabtu (20/10/2021), siang.

Lebih lanjut, usai tamat SMP di tahun 2010, Rizki tidak langsung melanjutkan studi ke tingkat SMA karea mengalami kendala ekonomi. Anak ketiga dari empat bersaudara itu baru bisa melanjutkan studi ke tingkat SMA di tahun 2012.

Selama dua tahun tidak sekolah, Rizki menyibukkan diri dengan bekerja sebagai operator Warung Internet (Warnet) di wilayah Kelurahan Cipinang Muara. Hal tersebut ia lakukan demi mencari penghasilan.

"Waktu itu saya pikir yang penting saya enggak menyusahkan orangtua saya. Waktu itu jaga Warnet dekat rumah di Cipinang Muara. Sampai akhirnya saya masuk SMA 45 di Kelapa Gading," jelas Rizki

Pria kelahiran Jakarta 26 tahun lalu itu menambahkan, usai lulus dari SMA 45 pada tahun 2015, dirinya langsung tawaran kerja sebagai anggota PPSU.

Tanpa pikir panjang, pada tahun 2015 Rizki mendaftar sebagai anggota PPSU Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara hingga akhirnya diterima dan bertahan sampai sekarang.

"Awalnya sempat malu bekerja sebagai PPSU. Waktu hari pertama daftar anggota PPSU di Kelurahan itu ada 100 orang lebih, banyak anak muda juga. Tapi setelah mendengar penjelasan yang tidak boleh nuntut gaji, kerjanya berat, maka banyak yang mundur," kenang Rizki.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved