Pengaturan Skor

Menpora Zainudin Amali Berharap Pelaku Pengaturan Skor Sepak Bola Mendapatkan Hukuman yang Berat

Manajemen Perserang telah memecat lima pemainnya yang terbukti melakukan pengaturan skor di Liga 2.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Kemenpora.go.id
Menpora Zainudin Amali. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Manajemen Perserang telah memecat lima pemainnya yang terbukti melakukan pengaturan skor di Liga 2.

Bahkan, Komdis PSSI juga telah menjatuhi hukuman kepada lima pemain Perserang dan melimpahkan kasus ini kepada pihak kepolisian guna mencari dalangnya atau sang penelepon yang menawarkan pengaturan skor.

Baru-baru ini kasus pengaturan skor terjadi di Liga 3.

Tim Liga 3 Jawa Timur, Gresik Putra (Gestra Paranane FA) secara resmi memecat dua pemain dan satu ofisial karena terindikasi terlibat pengaturan skor.

Baca juga: Yunus Nusi: PSSI Sudah Terima Bukti-Bukti Dugaan Pengaturan Skor yang Dilakukan Pemain Perserang

Baca juga: Selidiki Kasus Pengaturan Skor, Yunus Nusi Tegaskan PSSI Panggil Perserang pada Rabu (10/10/2021)

Baca juga: Tim Mavericks Targetkan Masuk Juara Liga 3 Zona Banten

Kedua pemain itu berinisial AC dan HPS, serta ada DGR, ofisial tim yang menjabat sebagai Kitman.

Manajemen Gestra Paranane memecat ketiganya karena terbukti melakukan pertemuan dengan sejumlah orang yang menawarkan kerjasama untuk mengatur skor pertandingan.

Terkait hal itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, memberikan komentar.

Zainudin pun berharap PSSI juga fokus memperhatikan Liga 3 yang jadi sarana pembinaan bagi para pesepak bola Indonesia.

BERITA VIDEO: Kisah SSB Tunas Cipta Lahirkan Pesepak Bola Liga 2

"Ya, Liga 1, 2 3 di bawah koordinasi PSSI. Saya tetap berharap PSSI juga berikan perhatian kepada Liga 3, karena kalau sudah tertutup  di Liga 1 dan 2, maka mereka akan bermain di Liga 3, bisa jadi itu benar,” kata Zainudin dalam konferensi pers secara daring, Kamis (18/11/2021).

"Tetapi itu harus kita buktikan betul jangan sampai orang ketakutan, karena dia main salah atau apa malah dicurigai mainnya sudah diatur,” ujar Zainudin.

Zainudin menegaskan apabila nanti sudah terbukti dan sudah terungkap siapa pelakunya, pelaku pengaturan skor itu harus dihukum seberat-beratnya sehingga tak kembali mengulanginya.

Hukuman berat juga bakal jadi cerminan bagi para pelaku sepak bola untuk tidak melakukan tindakan haram tersebut

“Kemudian kalau memang benar-benar ada yang terbukti, itu hukumannya tidak boleh ringan. Kalau ringan mereka akan ulangi lagi. Kalau tidak salah dulu tidak boleh ikut dalam kegiatan sepakbola sampai seumur hidup," tutur Zainudin.

“Nah, hal seperti itu yang harus kita terapkan supaya mereka tidak melakukan kecuali orang-orang yang nekat. Jadi hal ini juga harus diperhatikan PSSI, Asprov, Askab dan Askot,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved