Breaking News:

Berita Nasional

Ganjar Banjir Kritik karena Dituding 'Jualan' Isu Radikal, Akmal Sjafril Singgung soal Film Porno

Gubernur Jawa Tengah Ganjar pranowo menyebut, tidak ada toleransi bagi kelompok radikal dan penolak pancasila di Indonesia.

Editor: Feryanto Hadi
Dok. Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Di tengah ramainya pembicaraan mengenai penangkapan sejumlah ulama oleh Densus 88, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk melawan radikalisme dan pihak-pihak yang ingin mengganti paham pancasila.

Seperti diketahui, beberapa hari terakhir Densus 88 membekuk pemuka agama yang terindikasi terlibat dalam jaringan teroris, termasuk di antaranya pengurus pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ganjar menyebut, tidak ada toleransi bagi kelompok radikal di Indonesia.

"Tidak ada toleransi pada kelompok radikal dan penolak Pancasila di negeri ini. Karena ketika kita biarkan, mereka akan menggurita. Mari sama-sama waspada, mari sama-sama menjaga Indonesia," tulis Ganjar di akun Twitter, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Ustaz Ahmad Zain An-Najah Ditangkap Densus 88, MUI Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

Cuitan Ganjar disambut pro dan kontra oleh warganet.

Sebab, diketahui, sebagian warganet mengecam wacana pembubaran MUI yang muncul setelah salah satu pengurusnya ditangkap.

Bahkan, ada yang mempertanyakan kebenaran ulama itu terlibat terorisme.

Adapula yang menganggap isu radikalisme yang didengungkan selama ini dimaksudkan untuk menyudutkan umat Islam dan berkaitan dengan Islamphobia.

Di sisi lain, Ganjar menerima banyak kritik karena dianggap selalu 'jualan' isu radikalisme.

"Radikal itu yg sprti apa sih??? Sdh jelas kok yg mau ganti Pancasila dg ekasila kemaren kelompok mana?? Jauh lebih radikal yg korupsi bansos, yg ambil untung disaat rakyat susah, jg pembunuhan oleh kelompok bersenjata dipapua. Tp ga pernah dikoar2kan....." tulis @MisterHen2 mengomentari postingan Ganjar.

Baca juga: Walhi Sebut Banjir Sintang Terparah Sejak 40 Tahun Terakhir, Sindir Jokowi yang Cuma Bikin Statemen

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved