Bunga Bangkai
Bunga Bangkai Setinggi 40 Sentimeter yang Muncul di Perumahan Warga Berasal dari Tumbuhan Suweg
Sebuah bunga bangkai dari tanaman Suweg mekar di Area Taman yang terletak Perumahan Pondok Kopi RT 04/RW 09, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.
WARTAKOTA.COM, DUREN SAWIT - Kehadiran bunga bangkai yang dianggap langka selalu menarik perhatian masyarakat.
Sebuah bunga bangkai dari tanaman Suweg mekar di Area Taman yang terletak Perumahan Pondok Kopi RT 04/RW 09, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Bunga dengan nama latin amorphophallus paeoniifolius tersebut memiliki tinggi sekira 40 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa.
Bunga ini masih kerabat dengan bunga bangkai raksasa atau amorphophallus titanium.
Baca juga: Pemkot Jaksel Periksa Tanaman Mirip Bunga Bangkai di Cilandak
Dari lokasi sekitar, bunga tersebut tidak mengeluarkan bau busuk.
Hanya terlihat sejumlah lalat kecil yang terbang mengitari bunga tersebut.
Saat itu, tiap sudut dari bunga bangkai itu telah dipagari oleh bambu. "Agar tidak rusak," kata Ketua RW 09, Bambang, saat ditemui di ditemui di taman Perumahan Pondok Kopi RT 04 pada Kamis (18/11/2021), siang.
Lebih lanjut, kata Bambang, sejak lingkungan perumahan ini dibangun pada tahun 1981, munculnya bunga bangkai baru terjadi pertama kali.
Masih menurut Bambang, bunga bangkai ini muncul dari salah satu pohon suweg yang ditanam oleh salah satu warganya sejak 2 sampai 3 tahun lalu.
"Salah satu warga ngomong seperti itu. Tapi dia tidak mengerti apakah hasilnya akan muncul bunga ini," kata Bambang saat
Salah satu warga yang dimaksud oleh Bambang adalah Amanati.
Wanita berusia 50 tahun ini adalah warga yang pertama kali menanam pohon Suweg di taman perumahan tersebut.
Baca juga: Diduga Bunga Bangkai Tumbuh di Pekarangan Rumah Gegerkan Warga di Cipete Selatan Jakarta Selatan
Amanati menceritakan, awalnya pohon suweg itu ditanam di teras rumahnya.
Karena kian waktu kian tumbuh besar, Amanati segera memindahkan pohon tersebut ke ruang terbuka.
"Tumbuh dan tinggi besar, besar cabang empat, makan tempat. Saya pindahin ke sini (taman). Pohon itu kalau sudah besar itu layu, terus tumbuh baru lagi," kata Amanati di lokasi pada Kamis (18/11/2021).
Sebelum dipindahkan ke taman perumahan setempat, Amanati menanam suweg untuk dimanfaatkan sebagai obat.
Baca juga: Komunitas Pecinta Otomotif (Kopi) Gelar Touring Santai dan Tebar Kebaikan bagi Santri
Ia mendapatkan bibit pohon suweg dari asisten rumah tangganya yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah.
Amanati juga sering membeli umbi Suweg untuk dikonsumsi.
Menurutnya, usai dimasak, tekstur umbi Suweg akan berubah kenyal seperti ketan.
Baca juga: Kenalkan Budaya Lokal Pada Anak-anak untuk Menguatkan Karakter Pribadi, Salah Satunya Kuliner
"Karena umbi suweg itu bagus untuk kesehatan, jadi waktu saya berobat di salah satu pengobatan itu bilang Suweg itu bagus untuk obat kolestrol dan kanker. Nah dulu ada asisten rumah tangga, dibawain dari Cilacap," jelas Amanati.
Wanita asal Jakarta ini mengaku belum pernah menyaksikan bunga bangkai muncul dari Suweg yang ia tanam di teras rumah. "Belum, baru ini. Mungkin nunggu usia tua ya," ucapnya.
Sepanjang hidupnya, Suweg hanya mengeluarkan satu hingga dua tangkai daun. Daun tersebut akan layu ketika memasuki akhir musim penghujan. (M29)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bunga-bangkai-dari-tanaman-suweg.jpg)