Breaking News:

Berita Jakarta

Temuan Batu Penggiling Tebu Jadi Tonggak Lahirnya Kampung Penggilingan di Cakung

Temuan Batu Penggiling Tebu Tonggak Lahirnya Kampung Penggilingan di Cakung. Oleh karena itu, Warga Menolak Batu prasasti itu dipindahkan ke Museum

Penulis: Muhamad Fajar Riyandanu | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Haji Saudi, Sesepuh RW 07 saat duduk di sebelah batu penggilingan tebu yang ia manfaatkan sebagai panggon ngopi di rumahnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Dua bongkah batu di Gang Tegeng, Jalan Kali Buaran RT 10/RW 07, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur disebut sebagai sebagai benda cagar budaya.

Satu batu terlihat utuh dan satu batu di sampingnya telihat gompal.

Diameter dua batu itu selebar 50 sentimeter dengan tinggi masing-masing yang berbeda.

Batu yang telihat utuh memiliki tinggi 50 sentimeter, sementara batu yang terlihat gompal memiliki tinggi 30 sentimeter.

Di atas dua batu itu, terlihat sebuah kandang ayam yang difungsikan sebagai tempat barang rongsok sepeti jerigen dan selang bekas.

"Ini batu ditemukan di pinggir Kali Buaran yang sekarang jadi jalan itu, tahun 1990an waktu saya masih SMP," kata Agus Sayuti, Ketua RT 10 saat ditemui di lokasi pada Kamis (4/11/2021), siang.

Agus menambahkan, dua batu yang disebut-sebut sebagai batu penggilingan tebu ini ditemukan saat proyek pembuatan Jalan Kali Buaran di tahun 1990an.

"Diangkat sama beko. Dulu wilayah ini masih rawa-rawa. Batu ini dibawa sama warga, digelundungin. Saya sempat bantu gelindingin juga," sambung Agus.

Baca juga: Tolak Batu Penggilingan Tebu dari Abad 18 Dipindahkan ke Museum, Warga: Lebih Baik Bangun Prasasti

Masih menurut Agus, sejumlah petugas dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta pernah datang untuk melihat dua batu tersebut.

Mereka berpesan untuk tidak menyerahkan dua batu penggiling tebu itu kepada pihak-pihak yang mengaku sebagai petugas Dinas Kebudayaan DKI.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved